Bab 13-3

725 Kata

"Gimana soal hasil kasus kehamilan di sekolahmu, Kania?" Pertanyaan yang dilayangkan oleh Yasmin dan langsung tertuju pada Kania, sontak mengundang atensi Hans dan anak-anaknya yang lain pada gadis itu. Sementara gadis yang namanya disebut itu refleks tersedak. Soto itu tidak tertelan sempurna. Saka yang berada di samping Kania langsung mengambilkan air minum dan diberikan pada kakaknya. "Pelan-pelan, Kak." Kania mengangguk lalu meneguk minumannya cepat. Ia memukul pelan d.a.danya pelan, berharap rasa tersiksa itu segera berkurang. Gerak-gerik itu tentu tidak lepas dari sorot mata tajam Hans. Pria itu sampai berhenti mengunyah makanan di dalam mulut. Aneh. Reaksi Kania terlalu berlebihan menurut Hans. Ia menatap curiga putrinya yang kini terdiam dan berwajah panik. "Atau jan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN