Gadis itu menatap meja yang dimaksud. Di sana sudah ada tablet, alat tulis digital, dan layar monitor tambahan. Semua seperti sudah disiapkan. Rapi, bersih, dan lengkap. Ia menarik napas lalu mengembuskannya lelah. Kania mengambil kembali laporan itu, lalu melangkah ke meja yang ditunjuk. Menepikan pekerjaan sebagai pembimbing, Biantara kembali ke pekerjaannya di layar utama. Ia biarkan Kania memposisikan diri tak jauh darinya. Mereka fokus dengan kegiatannya masing-masing. Hanya ada suara alat pendingin ruangan dan derit kursi yang sesekali dibenarkan oleh Kania. Kania membuka file baru, mulai mengetik ulang rumus dan data yang sudah ia kerjakan. Tangannya sedikit gemetar. Rasa lelahnya tidak lagi dirasa. Harapan untuk istirahat lebih awal nyatanya hanya mimpi. Kania kini harus te

