Bab 20-4

828 Kata

“Lanjutkan,” putus Biantara pada akhirnya. “Saya tunggu hasil finalnya, Kania.” “Berapa lama waktu saya untuk memperbaikinya, Om?” Biantara terdiam, menatap gadis yang terlihat kuyu. Bahkan, rambutnya juga kusut karena terlalu sering diacak-acak menggunakan jari saat merasa pusing. “Selama kamu butuh. Tapi kamu tidak keluar dari sini sebelum selesai.” Gila! Sialan! Kania ingin mengumpat sesukanya. Ia menatap Biantara yang seperti makin gencar mengerjainya. Berhadapan dengan pamannya sama saja menguji kesabaran. Pada akhirnya, gadis tersebut menarik napas dalam, menegakkan punggung. Ia melapangkan d.a.da untuk menanam kesabaran yang lebih lagi. “Oke, Om. Kania bakal perbaiki lagi.” Dengan perasaan dongkol, Kania duduk di kursinya lagi. Ia kembali berusaha sekeras mungkin untuk memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN