Bab 21-3

713 Kata

Udara terasa mencekik. Ia kewalahan untuk menimpali ucapan penuh intimidasi itu. Gadis tersebut menahan napasnya dalam beberapa detik. Tok! Tok! Tok! "Mas Bian? Kamu di dalam?" Suara lembut itu membuat Biantara melepas cengkeramannya dari bahu Kania. Ia melangkah mundur, tanpa melepas atensinya dari Kania. Sampai di pintu, barulah ia berbalik, menarik gagangnya hingga terbuka lebar. Di hadapannya sudah ada Melati yang membawa nampan berisi semangkuk bubur ayam dan wedang jahe yang masih panas. Wanita itu memandang ke arah Kania yang masih berdiri di tepi meja. "Kania? Gimana? Udah baikan?" Kania mengangguk, meski ragu. Sakit di tubuhnya tidak seberapa dibanding perasaannya yang selalu dihancurkan oleh kalimat menusuk Biantara. "Udah, Kak." Melati memberikan senyum manisnya lalu b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN