“Kamu kenapa jadi begini, Nak?” Pertanyaan Yasmin terdengar lirih. Wanita yang tengah dalam kondisi lemah itu terlihat pucat. Tubuhnya gemetar. “Manusia akan sampai di titik lelahnya masing-masing, Bia. Dan aku udah mulai ada di situasi itu.” Kania bicara dalam keadaan berdiri. Ia seakan menjaga jarak dari mamanya. Kondisi Yasmin yang sedang sakit tidak lantas membuat gadis tersebut sedikit melembutkan sikapnya. “Pasti karena Papa, ya, Sayang?” Tebakan Yasmin tidak dijawab Kania. Gadis itu tetap menyembunyikan wajahnya dalam tundukan kepala yang dalam. Sesaat kemudian, ia mendongak. Namun, tatapannya terkesan menghindari Yasmin. “Kalo Bia mau ngomongin soal Papa, maaf Kania lebih baik keluar.” Wanita yang memakai jilbab itu tertegun sejenak. Sikap Kania cukup aneh selama bebe

