Bab 51

2141 Kata

"Kak Kania kenapa jadi berubah kayak gini?" Elang sedikit melembutkan nada bicaranya ketika berbicara dengan Kania. Ia sudah menyadari sikap aneh Kania semenjak kemarin. Tapi, baru pagi ini ia ada waktu untuk menemui sang kakak. Pandangannya terpaku pada Kania yang hanya menatapnya datar. "Berubah gimana maksud kamu?" Kania pura-pura tidak paham. Ia biarkan Elang berpikir keras. Sungguh, dari lubuk hati paling dalam, gadis tersebut tidak mau berbuat setega ini. "Sikap Kak Kania bikin Bia sakit hati. Sampai-sampai Bia semalam pingsan dan berakhir sakit." Kedua tangan Kania dilipat ke depan d.a.da. Ia menatap dingin adiknya yang membeberkan kondisi Yasmin. "Bilangin sama Bia. Nggak usah lagi mikirin anak nggak tau diri kayak aku biar nggak sakit-sakitan." Kalimat tersebut menja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN