Bab 82-2

701 Kata

“Udah, Sayang. Cukup.” Naren berusaha menarik Kania menjauh dari keramaian. Jaketnya disampirkan ke pundak gadis itu. Namun Kania menolak. “Kenapa, Ren?!” Dentuman musik membuat suara Naren terdengar samar, nyaris tenggelam. Kania tak menangkap jelas apa yang lelaki itu ucapkan. Perasaan tidak rela Naren muncul ketika melihat tubuh kekasihnya meliuk di hadapan umum seperti sekarang. Jaket itu ia pakaikan secara paksa. Lelaki tersebut lantas menarik pinggang Kania dengan rengkuhan lembut. Kedua tubuh itu saling bersentuhan. Tanpa celah satu senti pun. Sejenak, Kania menatap Naren, seolah mencari sesuatu yang bahkan tak ia pahami sendiri. Pandangannya lalu turun ke bibir kekasihnya. Entah dorongan dari mana, ia berjinjit, mengalungkan tangan ke leher Naren, lalu menyatukan bibir merek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN