“It’s complicated,” ucap Biantara akhirnya, suaranya lebih rendah dari musik di sekeliling mereka. “Business?” Adrian menebak. “Or personal?” Biantara membuka mata. Rahangnya mengeras. Ia memutar gelas di tangannya, memperhatikan sisa alkohol yang berputar malas di dasar. “Bukan keduanya,” katanya pelan. “Ada hal lain yang lebih dalam.” Adrian mulai menerka-nerka. Tidak biasanya pria itu punya masalah lebih kompleks dari sekadar bisnis maupun keluarga. Biasanya yang jadi masalah sahabatnya itu hanya tentang pekerjaan. “Ayo, cerita saja,” ujar Adrian, suaranya diturunkan sedikit meski musik tetap menghantam. “Tidak biasanya kamu sampai terlihat stress seperti ini. Just talk. Kadang bicara bisa meringankan.” Biantara menoleh. Sorot matanya kosong. Di tengah kabar kehamilan Melati yang

