Bab 99-4

952 Kata

“Mau dihukum?” ancamnya rendah dan penuh keyakinan, seolah tahu kata-kata itu akan menggoyahkan pertahanan gadis di hadapannya. Kania menelan ludah dengan susah payah. Dadanya terasa sempit. Ia terjebak di antara pilihan-pilihan yang sama-sama menyakitkan, sama-sama berisiko. Tak ada jalan keluar yang benar-benar aman baginya. Tidak menuruti Biantara, lelaki itu akan tetap keras kepala memaksanya. Menurutinya, ia akan mendapatkan tekanan dari mertua lelaki itu. Tidak berkutik akhirnya, mau tak mau Kania mengangguk kecil. Kepasrahan terlihat jelas ketika lengannya ditarik--memaksanya mengikuti langkah Biantara untuk turun dan membawa serta beban yang tak pernah ia minta namun harus ia tanggung. Cukup sulit bagi Kania untuk mengimbangi langkah besar Biantara, hingga pria itulah yang meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN