Bab 112-2

717 Kata

Biantara hanya tersenyum menimpali. Di tengah obrolan hangat itu, ponsel Melati tiba-tiba berdering. Nama Susan tertera di layar. Tanpa ragu, ia mengangkatnya di hadapan Biantara. “Iya, Susan. Gimana?” “Kita jadi jengukin Santi, kan?” tanya di seberang telepon. “Dia di rawat di Medika Mesra.” “Eh. Kebetulan banget,” jawab Melati. “Aku juga lagi di sini. Di rawat di ruangan apa? Aku langsung ke sana sekarang.” “Di Bougenvil 5 lantai 2. Ya udah, ketemu di sana ya, Mel.” “Oke, San.” Panggilan itu langsung berakhir. Melati menoleh ke arah suaminya. “Mas, aku boleh nggak nemuin temenku?” “Di mana, Melati?” tanya Biantara. “Dia lagi dirawat di sini. Habis lahiran. Bentar aja, kok.” Biantara berpikir sejenak, menimbang kondisi istrinya. Setelah itu, ia mengangguk. “Oke. Tapi hati-hati ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN