Bab 43-2

709 Kata

“Masalah sama Si Om lagi?” Nala akhirnya memutuskan untuk bertanya setelah mendapat sikap diam Kania yang tidak biasa. Percuma Kania menutupi. Ia akhirnya mengangguk. Ditatapnya wajah Nala yang menyimpan banyak tanda tanya. “Aku kayaknya bakal kasih desain itu ke Kak Melati, Nal.” Nala terperanjat. Ia sontak menggeleng cepat. “Nggak, Nal! Lo gila, ya, lama-lama? Si Om maksa lo? Lo diapain sama dia?” Sudah Kania duga, Nala akan memberondongnya dengan banyak pertanyaan. Sahabatnya itu tidak akan pernah tinggal diam ketika ia mengambil keputusan yang dianggap salah. “Bukan, Nal.” Kania menyangkal. Jari-jari tangannya saling bertaut. “Tapi, aku ngerasa percuma mertahanin desain itu. Toh, aku nggak akan pernah pake.” Setidaknya yakin itu Kania terhadap hidupnya sendiri. Nala bahka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN