Bab 70-2

706 Kata

Kania mengerjap, berusaha memperjelas penglihatan. Ia mendekat, menyentuh hati-hati lengan kekar lelaki tersebut. “Ini ... luka apa, Ren?” Naren melirik singkat lengannya. Ia mulai melajukan mobil. Kekehan kecil terdengar. Lelaki berseragam OSIS itu menghela napas sejenak. “Semalem ada insiden.” “Ada yang nyerang kamu?” Kania menduga cepat. Ia masih ingat ancaman Biantara tadi malam. Sedikit terkejut, Naren refleks memelankan laju mobilnya. Ekor matanya melirik gadis yang wajahnya sedikit pucat. “Kamu tau dari mana kalau aku diserang orang?” Kania langsung menggeleng. Tidak. Ia tidak boleh bicara tentang pamannya. Gadis tersebut harus bisa menjaga nama baik Biantara. Meskipun pria itu memang tidak pernah menggunakan hati ketika memberi hukuman padanya, ia tetap harus menjaga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN