Baju seragam Kania diangkat sedikit hingga tampak bagian yang terluka. Luka itu masih mengeluarkan d.a.r.ah yang membuat baju seragamnya mendapat noda. “Astaga, Kania ... lo kenapa nekat ke sekolah kalo lukanya kayak gini?” Nala tahu, Kania kuat. Namun, luka itu terlalu dalam. Membekas. Bahkan, sedikit robekan di sana membuatnya cukup ngilu. Tidak tega, gadis tersebut akhirnya menutup kembali seragam Kania. Matanya seketika mengembun. Ia cukup rapuh ketika harus melihat hal demikian. “Kalau nggak ada ulangan bahasa, aku lebih baik nggak berangkat, Nal.” “Kan, bisa nyusul. Gue mintain izin ke Miss Selly, ya?” Kania menolak sanggahan Nala. Ia menggeleng. Kalaupun di mansion, gadis tersebut pasti tidak bisa istirahat maksimal. “Entar aja. Izin pas selesai ulangan. Lagian, hari per

