“Hai, Mark. A-” Jenni menghentikan ucapannya takkala melihat Mark melipat tangan di depan d**a, bersandar pada dinding seraya melihat Jenni yang baru memasuki apartemennya. “Hei! Kau membuatku terkejut!” pekik Jenni. Mark terkekeh pelan melihat raut terkejut yang Jenni tunjukan. “Kenapa datang lama?” tanyanya. Mark memeluk Jenni sesaat sebagai tanda sambutan. “Aku menunggumu dari tadi,” tambahnya. “Maaf ya membuat mu menunggu lama. Tadi aku menutup toko dulu.” Mark mengambil tas punggung yang Jenni bawa, membawa tas itu di punggungnya. “Ayo ke kamar ku.” Dan menggenggam tangan mungil Jenni, menuntun gadis itu menuju ruang tengah tempat kamarnya berada. Pintu kamar itu dibukanya. Dia melepas tangan Jenni, melempar tas Jenni ke sembarang tempat. Setelah gadis itu masuk k

