“Kau tidur dengan Branch Manager ya?” Bisikan dari Celine membuat Jenni tersedak kopi yang sedang diminumnya, beruntung kopi tersebut tidak mengotori baju atau bahkan dokumen yang berada di mejanya. Dan beruntung pula, di ruangan divisi marketing sekarang hanya menyisahkan Celine, Anna dan Jenni. “Pertanyaan mu sungguh gila,” timpal Jenni. Dia kembali fokus pada berkas yang akan digunakan untuk kebutuhan meeting nanti. “Tidak hanya Celine yang berpikir begitu, Jenni. Aku dan orang kantor yang lain pun sama,” balas Anna. Jenni menuntut dengan tatapan penuh tanya pada dua temannya. Celine pun menjelaskan. “Kau kemarin pulang begitu saja setelah mendengar kabar tentang Henry yang notabene adalah temanmu. Kau bertemu dengan Branch Manager di depan kantor, menaiki mobil yang sama dank au t

