“Hampir saja aku melakukan sesuatu yang membuat aku tak jauh beda dengan Mark,” gumam Jake. Netra biru milik lelaki itu menatap lurus pada Jenni yang tertidur di ranjangnya dengan ditutupi selimut tebal sebab seluruh pakaian milik perempuan itu telah tertanggal. Bohong jika dia bilang tidak ingin melakukannya dengan Jenni. Terlebih lagi, saat dalam keadaan mabuk, perempuan itu mempersilahkannya untuk menyentuh. Siapa yang akan menolak? Namun pikiran kotor yang sempat terlintas itu hilang ketika Jenni berkata, bahwa hidupnya sudah hancur. Menyadarkan Jake bahwa, tujuan dia adalah melindungi perempuan itu, bukannya menambah rasa trauma pada Jenni. Kalau dia melakukan hal tersebut saat keadaan Jenni tidak sadar –walau Jenni memang mempersilahkannya-, jadi apa bedanya dia dengan Mark? Ter

