"Sumpah Kha, aku nggak tau Ica di mana!" Dengan gemetar Alya menjelaskan pada sosok yang nampak sungguh mengerikan. Cowok itu kini sedang mencengkeram kuat bahunya. Mata Rakha menyorot tajam seolah siap menerkam orang yang ditatap. "Kalau bukan lo, kenapa jaket ini ada sama lo?" "Waktu itu Ica nolongin aku lalu dia pinjamin jaket ini karena baju aku kotor. Sekarang aku mau kembalikan jaketnya, tapi aku nggak tau kos Ica dan nggak punya nomor kontaknya. Jadi aku mau nitip lewat kamu." Saking takutnya, Alya jadi ngomong lancar. Mata Rakha masih menyorot tajam, nafasnya bahkan masih memburu kasar. Penjelasan Alya masih belum meredakan amarahnya. "Bener Kha, aku nggak tau apa-apa. Aku memang pernah jahat sama Ica, tapi sejak dia nolongin aku waktu itu, aku sadar dia gadis baik. Aku jug

