TTB 36. A' Yang

1395 Kata

"Dari mana?" tanya Ica dengan suara serak khas orang bangun tidur. Entitas Rakha yang sudah terlihat segar karena baru selesai mandi lalu ikut berbaring di sebelahnya membuat Ica sedikit terusik. Matanya menyusuri jam dinding di atas pintu yang menunjuk angka tiga. Masih terlalu dini untuk memulai hari. Netranya lalu menangkap sosok Karin yang nampak tidur pulas di sofa. Lalu suara berat Rakha kembali menarik perhatiannya pada cowok tampan itu. "Besok aja aku cerita, sekarang tidur lagi," kata Rakha lembut sambil mengusap lengan Ica. Berbaring di ranjang yang sama, nyatanya detik-detik berlalu hingga menjadi menit keduanya masih belum memejamkan mata. Irama jantung yang mulai tidak stabil jadi kambing hitam masalah insomnia itu. Ada kalimat yang tertahan di tenggorokan karena palpitasi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN