Terpisah jarak dan waktu dengan kekasih itu rasanya kayak makan belimbing wuluh, asem. Tiga bulan pertama Rakha masih tahan, setelah melihat wajah sang kekasih melalui video call rasa rindu itu sedikit terobati. Setengah tahun, Rakha sudah gatel mau pulang-pulang kampung terus, meski sesekali Ica yang tandang ke Banjarmasin. Dua tahun? Rakha sudah hampir mati lemas, seperti kelelep dalam air asem aja rasanya. Rindunya meluap-luap kayak banjir bandang. Nggak bisa dibendung lagi sama video call atau ketemu sesekali. Setiap ketemu bawaannya nggak mau pisah, malah semakin menyiksa saat mereka harus kembali berpisah. Hidupnya beneran asem kayak mukanya yang selalu merengut. Sekarang, Rakha sangat antusias untuk pulang ke Sampit merayakan pernikahan sang Kakak dan Bang Rio. Meski dia akan lemb

