Bab 33. Benar-benar Jatuh, Cinta

1124 Kata

Setelah terkena semburan ingus Milda, Rivan pun mengantar Milda ke bandara. Walau hatinya kesal karena blazernya ternoda, tetapi Rivan tak marah. Dia mengingat jika biasanya perempuan lebih galak ketika mereka salah. “Tapi aku harus merajuk pada sejoli kampret itu,” tejadnya, seraya mengepalkan tangan di depan d**a, disertai anggukan kecil dan senyum tipis. “Apa kamu gila?” celetuk Milda yang sedari tadi memperhatikan Rivan, sebab dia terus bergumam sendiri seperti seseorang yang sedang membaca mantra. Rivan terkesiap, dia lupa jika Milda belum turun dari mobil. Sementara pikirannya terus pada rencana untuk membalas Nora dan Saga. “Sedikit!” jawab Rivan ngasal. Milda pun melirik blazer yang Rivan letakan di jok belakang, lalu kembali mengarahkan tatapannya pada pria bermata sipit itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN