Faelyn Berlari Memasuki Salah Satu Bilik Toilet , Ia Menangis Didalam Sana . Suasana Sepi Saat Ini Membuat Faelyn Dapat Menangis Dengan Kencang Tanpa Ada Orang Yang Akan Memarahinya Karena Merasa Terganggu Dengan Suaranya . Rasa Sakit Hatinya Mengalahkan Tamparan Yang Mendarat Dipipinya . Sosok Yang Sangat Dicintai Begitu Tega , Tidak Hanya Melukai Hatinya Tetapi Fisiknya Pun Juga . Faelyn Menjatuhkan Tubuhnya Asal Ke Lantai , Tak Perduli Kotor Atau Tidak , Beruntungnya Pada Saat Itu Lantai Terlihat Kering . Kedua Tangannya Meremas Roknya Kuat-Kuat , Tetesan Air Mata Terus Mengalir Sekian Tidak Mau Berhenti. Faelyn Merasa Ini Ada Lagi Titik Terburuk Didalam Hidupnya . Disisi Lain Bian Masih Berada Didepan Pintu Masuk Toilet , Ia Masih Berfikir Sebelum Masuk Kedalam . T

