BAB 8

3176 Kata
Faelyn dan reyfan saat ini duduk dibangku yang berada didepan kelasnya untuk menjalani hukuman tidak mengikuti pelajaran pak komar . Faelyn Duduk Dengan Wajah Murungnya , Reyfan Yang Melihatnya Hanya Tersenyum .       " Gak usah Cemberut ! Harusnya kamu Seneng ! " Ucap reyfan dengan santai nya .     " Seneng ? Dihukum Kok Seneng ? " Faelyn menggeleng tak mengerti .     “ Itu tujuan aku bikin marah guru biar disuruh keluar ga ikut pelajaran ! sekarang kita udah diluar harus nya seneng karena terbebas dari pelajaran ! “ Terang reyfan , faelyn hanya melongo saja mendengar penjelasan reyfan .     “ Dasar aneh ! “ celetuk faelyn .     “ senyum dong biar terlihat cantik ! kamu lebih cantik senyum !“ goda reyfan membuat senyuman faelyn perlahan mengembang mendengar ucapan reyfan tadi .       " Kalo Dihukum Keluar Kelas Gini Kan Jadinya Kita Ketinggalan Pelajaran , reyfan ! kamu gimana sih ! " Wajah Faelyn Kembali Terlihat Muram.     " Gak Apa - Apa Ketinggalan Pelajaran ! " Kata Reyfan Dan Faelyn Menatapnya Tajam " Asalkan Enggak Ketinggalan Kamu Fae ! " Kata-Kata Tersebut Sukses Meluluhkan Rasa Amarah Faelyn Dan Membuat Pipinya Merah . Faelyn Tersanjung.     " dasar gombal ! " Ucap faelyn Berusaha Tidak Terlihat Senang . Faelyn menatap reyfan dengan perasaan bingung kenapa lelaki itu sikapnya mulai sedikit berubah , padahal sebelumnya selalu bersikap dingin , cuek dan acuh.     ' Apaan Si Kok Gue Gombal Gini ! ' Batin Reyfan , ia sendiri sebenarnya tidak ingin seperti ini .     " Oh Iya Fae , " Celetuk reyfan .     " Kenapa ? "     " Aku Mau Kamu Jangan Kasih Tau Ke Kakak Kamu ya Kalo Kita Pacaran ? " Ucap Reyfan Serius , Namun Membuat Faelyn Keheranan.     " Kenapa ? Emang Kamu Kenal Sama Kakak Aku ? " Faelyn menyipitkan matanya .     " Aku Sih Ga Kenal " Bohong Reyfan " Ya Cuman Gamau Aja kalo Kakak Kamu Tau ! Rahasiain Aja dulu . Nanti Kalo Waktunya Udah tepat Biar Aku Aja Yang Ngomong , Sekalian Ketemu Gitu Sama Kaka Kamu Kan Biar Akrab? " Bohong reyfan . Faelyn mengangguk saja merasa tidak ada yang salah dengan ucapan reyfan .     " Oh Iya - iya . Yaudah Kalo Gitu ! " Faelyn setuju .     " Janji ? " Reyfan Menjulurkan Jari Kelingkingnya .     " Iya Janji  ! " Faelyn Pun Mengaitkan Kelingkingnya Dengan Kelingking Reyfan .     " Pokoknya Sepinter - Pinternya Kamu Aja Deh Rahasiain Ini ya ? Kalo Sampai ketahuan ..." reyfan menahan ucapannya .     " Kenapa Kalo Sampai ketahuan ? " faelyn bertanya .     " KITA PUTUS ! " ucap Reyfan Singkat , Padat Dan Jelas , Sedangkan Faelyn Mendengarnya Sedikit Terkaget.     " Lah Kok Gitu ? " Mata faelyn terbuka lebar , ia tak percaya mengapa reyfan seperti itu .     " Ya Emang Gitu . Aku Gak Suka Kalo Janji Dilanggar ! " Tegas reyfan .     " Iya Aku Janji ! " Faelyn Mengangguk Faham .     " Yaudah Ke Kantin Aja Yuk ?  " Ajak Reyfan Yang Sudah Bangun Dari Duduknya .     "Jangan Ke Kantin !" Faelyn Menatap Reyfan Yang Sudah Berdiri Dihadapannya.     " Kenapa ? "     " Nanti Aku Laper ! " Jawab faelyn dengan polosnya .     " Tujuan Ke Kantin Untuk Makan . Kalo Kamu Gamau Nanti Kamu Yang Aku Makan ! " Reyfan Menarik Tangan Faelyn " Ayo , Nanti Keburu Ada Guru Yang Liat ! "     " Jangan Ke Kantin . Gimana kalau Kita Jajan Diluar Sekolah Aja ? Emang Kamu Gak Bosen Makan Dikantin Terus ? " Saran faelyn .     " Bosen Sih . Yaudah Ayo Kita Keluar ! " Reyfan Kembali Menarik Tangan Faelyn , Tetapi Faelyn Menahannya.     " Tapi Emang Boleh?"     " Gampang Aja Bagi Seorang Reyfan Mah .  Ayo !  "     Faelyn Pun Mau Mengikuti Reyfan . Ia Percaya Pergi Keluar Sekolah Pada Saat Jam Pelajaran Itu merupakan Hal Sepeleh Bagi Reyfan . Sampainya Didepan Gerbang Reyfan Segera Menghadap Pak Manto Yang Tak Lain Satpam Sekaligus Penjaga Gerbang Sekolah .     " Pak Manto Saya Mau Keluar ! " Kata Reyfan Yang Sudah Berhadapan Dengan Pak Manto.     " Ini Kan Jam Pelajaran ? Kamu Mau Ngapain ? " Pak Manto Melirik Ke arah Faelyn " Berdua Lagi , Mau Kemana Coba ?"     " Biasa , " Reyfan Berbicara Mendekat Ke Arah Telinga Pak Manto " Urusan Wanita Pak , Ayolah Bukain Gerbangnya ! " Pinta Reyfan .     " Urusan Wanita ? Maksudnya? " Pak Manto Keheranan.     " Jadi Gini Pak , Saya Mau Anter Dia Beli Roti Pak ! " Ucap reyfan .     " Roti Apa? " Tanya pak manto .     " Roti Wanita ? Halah Bapak Ini Suka Pura - Pura Gatau ! " Gerutu reyfan.     " Heh Bapak Emang Bener Gak Tau ! " Ujar pak manto .     " Softek lah pak ! Masa Bapa Gak Tau Sih Ah Payah ! " reyfan menepuk bahu pak manto .     Faelyn Sedari Tadi Berdiri Tidak Jauh Dari Reyfan , Ia Memperhatikan Reyfan Cukup Lama Yang Sedang Berdiskusi Dengan Pak Satpam , Entah Apa Yang Mereka Bicarakan Faelyn Tidak Tahu . Tidak Lama Reyfan Menghampirinya .     " Gimana Boleh Gak ? " Tanya Faelyn.     " Boleh Lah Pasti , Udah Ayo ! " Reyfan Mengajak Faelyn Berjalan Keluar Gerbang .     Sambil Berjalan Faelyn Bertanya , Mengapa Dengan Mudahnya Reyfan Bisa Keluar Sekolah . Padahal Seharusnya Tidak Diperbolehkan . Keluar Sekolah Sendiri Pada Saat Jam Pelajaran Saja Susah Apalagi Berdua.     " Rey Tadi Kamu Izin Nya Gimana ? " Faelyn Penasaran ingin mendengar cerita dari reyfan .     " Tadi Aku Bilang Mau Beli Roti ! "     " Itu Doang ? " Faelyn menoreh kearah reyfan yang berjalan sejajar disampingnya .     " Terus Dia Tanya . mau beli Roti Apa ? " Katanya Dan Faelyn Terus Menyimak Pembicaraan .     " Terus Kamu Bilang Apa ?  "     " Aku Bilang Roti Wanita , Eh Dia Bingung ! " Kata Reyfan Dan Faelyn Tertawa .     Faelyn Memukul Pelan Lengan Reyfan " Dasar Kamu Rey ! " Reyfan Juga Ikut Tertawa " Terus Pak Manto Bilang Apalagi ? "     " Pas Aku Bilang Softek Dia Bilang Kenapa Gak Ambil Di UKS  Aja Kan Ada !" Faelyn Diam Menunggu Cerita Reyfan Selanjutnya .     " Aku Bilang Aja , Softek Di UKS Habis Dipake Buat Ngompres Siswa Yang Luka – Luka ! "     Faelyn Mengernyitkan Dahinya " Terus Pak Manto Percaya ? "     " Pak Manto Percaya ! Dia Bilang Softek Multifungsi ! " Jelas reyfan membuat faelyn tak bisa berhenti tertawa .     " Terus Akhirnya Dia Ngizinin Kita Keluar ? " Tanya faelyn .     " Tadinya sih Belum izinin ! Dia Bilang Suruh Beli Dikantin aja Di Warung Mba Tia kan ada ! " Terang reyfan.     " Iya Bener Juga Sih , Kan Dia Jual Softek ! "  Faelyn manggut – manggut setelah itu ia penasaran bagaimana kelanjutan cerita dari reyfan dengan pak manto  " Terus Kamu Jawab Apalagi ? “     " Aku Bilang Di Warung Mba Tia Softek Nya Tidak Dijual ! Terus Dia Tanya Kenapa Ga Dijual ? "     " Kok Bisa Gak Dijual ? Terus Kamu Jawab Apa ? " Faelyn Ketawa , lagi .     " Aku Bilang Aja Karena Softeknya Buat Di Pake Mbak Tia Lah . Jadi , Dia Tidak Jual , Karena Kalo Dijual Nanti Softeknya Habis Terus Dia Mau Beli Diluar Harus Izin Dulu Ke Pak Manto Yang Pelit Bukain Gerbang ! " Kata Reyfan Sambil Melirik Faelyn " Terus Kamu Tau Apa Kata pak manto?"     " Apa ? " Faelyn Penasaran .     " Pak manto Bilang Mba Tia Fitnah ! Kata pak manto kalo dia itu Gak Pelit ! "     " Terus ? "     " Ya Aku Bilang , Bapak Bisa Buktiinn Gak Kalo Bapa Gak Pelit ? " Ucap reyfan lagi .     " Terus Apa Kata Pak Manto ? "     " Dia Bilang Bapak Akan Bukain Gerbang . Kata Dia Aku Suruh Sampaikan Ke Mba Tia Kalo Pak Manto Tidak Pelit Bukain Gerbang . Aku Sih Iya - Iya Aja . Padahal Aku Yang Fitnah Dia , Bukan Mbak Tia ! " Penjelasan reyfan yang cukup panjang itu membuat faelyn terus saja tertawa dan tak habis fikir mengapa bisa dia mengelabuhi orang tua seperti itu .     Faelyn Tertawa Lagi " Jahat Banget sih Kamu ! " Faelyn Tertawa Lagi , Ia Sangat Terhibur " Nah Terus Apalagi Rey? "     'Ya Terus Gerbangnya Dibukain Lah Bodoh ! ' Batin Reyfan Yang Kesal Karena Faelyn Sedari Tadi Sangat Bawel.     " Ya Terus Kamu Mau Jajan Apa ? Kita Dari Tadi Jalan Terus Sampe Lupa Mau Jajan Apa ?" Kata Reyfan Seraya Menghentikan Langkahnya . Faelyn Juga Ikut Berhenti .     " Kamu Laper Kan? Yaudah Buru Mau Jajan Apa ? " Tanya Reyfan Dan Faelyn Hanya Tersenyum.     " Aku Seneng Denger Kamu Cerita Kayak Tadi Rey ! " Kata-Kata Itu Keluar Begitu Saja Dari Mulut Faelyn.     'Terus Gue Harus Terus-Terusan Cerita Gitu Sama Lo ? Gak Sekalian Aja Gue Bacain Dongeng ! ' Gerutu Reyfan Dalam Hati.     " Aku Juga Seneng Kamu Ketawa Kayak Tadi ! " Reyfan Mengusap Pucuk Kepala Faelyn " Jadi , Kamu Mau Beli Apa ? Tuh Banyak Jajanan  ! " Reyfan menunjuk kearah pedagang yang berjajar di pinggir jalan .     " Aku Udah Gak Laper  ! " Jawab faelyn .     " Nah Terus Kita Ngapain Keluar ? " Reyfan jadi Kebingungan .     " Kan Mau Beli Softek ! " Ledek Faelyn Seraya Menyenggol Lengan Reyfan .     " Ah Kamu Malah Ngeledek ! Yaudah Kita Makan Di Warkop Aja deh ! " Reyfan Kembali Berjalan Menuntun Tangan Faelyn Kearah Warkop Yang Tidak Jauh Dari Mereka .     " Yaudah Aku Ikut Kamu Aja Rey ! "     Mereka Berdua Berjalan Menuju Warkop . Sampainya Disana Suasana Warkop Sepi, Mungkin Sekarang Sudah Tidak Sepi Karena Ada Mereka Berdua .     Reyfan Duduk Dibangku Kayu Panjang Berwarna Coklat Tua Seraya Membantu Faelyn Yang Akan Duduk Karena Kesulitan Dengan Roknya.     " Kamu Mau Apa ?" Kata Reyfan Dan Faelyn Sama Sekali Bingung . Karena Ini Pertama Kalinya Dia Ke Warkop .     " Aku Mau Kamu ! " Jawab Faelyn Dengan Senyumnya Yang Tak Pernah Lupa Ia Tampilkan Saat Bicara Dengan Reyfan .     Terlihat Reyfan Yang Jadi Salah Tingkah Karena Ucapan Faelyn Tadi .     " Sekarang Kamu Pandai Gombal Ya? " Reyfan Mencubit Pipi Faelyn .     " Kan Ngikutin Pacarnya ! " Kata Faelyn Dengan Tangan Kanannya Yang Meninju Pelan d**a Bidang Reyfan .     Reyfan Hanya Tersenyum .     " Jadi , Kamu Mau Pesen Apa ? " Reyfan kembali bertanya .     " Spageti Ada Gak ? " Ucap Faelyn Dan Reyfan Manahan Tawanya .     " Ada Kok ! tenang aja ! " Entah Apa Yang Akan Reyfan Lakukan .     " Pak Kumis , Biasa ya ?  . Setengah Mateng , Bikin Dua ! " Pesan Reyfan , Pak Kumis Mengangguk Seolah-Olah Faham Apa Makanan Yang Reyfan Maksud .     " Kamu Kayaknya Udah Kenal Deket Ya ? Kamu Sering Kemari ? " Tanya Faelyn Dan Reyfan Mengangguk     " Kenapa Kamu Panggil Dia Dengan Sebutan Pak Kumis ? " Lanjut Faelyn Kebingungan . Sepertinya Dia Akan banyak bertanya Saat Bersama Reyfan .     " Kamu Mau Tau ?" Reyfan Membenarkan Duduknya Menghadap Faelyn .     Faelyn Mengangguk " Iya ? Kenapa Coba Dipanggil Pak Kumis ? "     " Karena Dia Enggak Punya Kumis ! " Kata Reyfan Datar Sedangkan Faelyn Tertawa Pelan .     " Dasar Kamu Rey Suka Banget Namain Orang Yang Aneh – Aneh ! " Faelyn Yang Tanpa Ba Bi Bu Be Bo Langsung Mencium Pipi Reyfan sekilas karena merasa gemas dengan tingkah lelaki itu "Aku Gregetan Sama Kamu ! "     Reyfan Terdiam . Kali Ini Dia Gugup Untuk Yang Kedua Kalinya Saat Faelyn Menciumnya Secara Tiba-Tiba.     'Kok Gue Deg-Degan'   'Fokus Rey Fokus'   'Jangan Deg-Degan Gini . Anggap Aja Ini Hal Biasa'   Reyfan Mencoba Mengkodisikan Dirinya Agar Terlihat Biasa Dan Tidak Canggung .     " Rey Kok Diem? " Tanya Faelyn Keheranan menatap wajah reyfan yang kini terlihat tegang .     " Eng—Enggak . Kamu Pelanggaran ! " Katanya Berusaha Santai .     " Pelanggaran Apa ? "     " Kamu Nyium Cuma Pipi Kanan Doang , Nanti Pipi Kiri Cemburu ! " Kata Reyfan Dan Faelyn Langsung Mecium Pipi Kiri Reyfan .     " Tuh Udah Kan ? Jadi Pipinya Gak Berantem ! " Ujar Faelyn Santai .     Lagi ! Reyfan Merasakan Perasaan Yang Aneh Pada Dirinya Sendiri .     ' Gila Juga Nih Faelyn ! Dia Bener-Bener Nyium Gue ! '     " Nah Gitu Kan Bagus ! " Kata Reyfan Dengan Senyum Terpaksa. Namun jauh didalam lubuk hatinya ada sedikit perasaan senang yang tidak bisa dijelaskan saat faelyn menciumnya .   Beberapa menit Kemudian Pak Kumis Yang Tidak Memiliki Kumis Itu Menyodorkan Dua Mangkuk Indomie Setengah Matang Dengan Kuah Sedikit Dan Pakai Telur Diatasnya .     " Nih Pesanan Nya ! " Ucap reyfan Seraya Menyodorkan semangkuk Indomie.     Faelyn menatap mangkuk indomie itu dengan bingung " Mana Spagetinya ?"     " Ini Spageti Ala Warkop . Enak kok Kamu Makan Aja ! " Kata Reyfan Yang Sudah Mulai Mengaduk Indomienya.     " Ini Mah Indomie . Bukan Spageti , Aku Mah Juga Pernah Makan Dirumah ! " Gerutu Faelyn Lagi Membuat Reyfan Menghela Nafasnya .     " Ini Indomie Bukan Sembarang Indomie , fae ! " Kata Reyfan Berusaha Membuat Faelyn Memakan Indomienya.     " Kok Gitu ? " Faelyn Tetap Tidak Memakan Indomie nya.     " Kamu Tau gak ?  Pak Kumis Udah Sihir Indomienya , Rasanya Jadi Enak ! Beda Sama Yang Kamu Bikin Dirumah ! " ujar reyfan .     " Kok Bisa Beda ? " Faelyn mulai mengaduk indomie itu .     " Karena Pak Kumis Penyihir ! " Ledek Reyfan .     " Kalo Gitu Ini Indomienya Pake Ramuan Dong ? " Faelyn Masih Saja Bertanya .     " Haduh Fae.. Kamu Makan Dulu Deh ! " Reyfan Mulai Terlihat Jengkel , Entah Mengapa Saat Bersama Faelyn Sepertinya Reyfan Harus Banyak Bersabar .     "Yaudah Iya Aku Makan " Faelyn memakan indomie itu .     " Gimana Rasanya ?" Reyfan Menunggu Jawaban Faelyn .     " Iya Enak Rey . Padahal Sama Aja Ya Indomie Juga Kaya Yang Aku Bikin Dirumah ! Tapi kenapa rasanya beda ya makan dirumah sama di warkop ? " seru faelyn .     " Itulah , Kan Udah Aku Bilang ! " Reyfan Berbisik Ke Faelyn " Pak Kumis Itu Penyihir ! " Faelyn Hanya Tertawa .     Bukan Mitos , Tapi Memang Terkadang Indomie Buatan Sendiri Sama Beli Diwarkop Rasanya Berbeda Bukan ? Rasanya Lebih Nikmat Beli Di Warkop .     " Pak Kumis Minumnya Dong , Soda Pake s**u Ya Dua ! " Pinta Reyfan Dan Pak Kumis Segera Mebuatkannya.     Rasanya Hari Itu Faelyn Sangat Senang Karena Cukup Banyak Hal Lelucuon Dari Reyfan Yang Membuatnya Tertawa . Faelyn Semakin Nyaman Didekatnya. Bagi faelyn , apapun yang reyfan bicarakan terasa menarik dan ia ingin selalu menjadi pendengar yang baik untuk reyfan . Faelyn suka ketika reyfan banyak bicara .     " Rey Aku Sayang Kamu ! " Ucap Faelyn Tepat Ditelinga Reyfan .     Reyfan Yang Sedang Mengunyah Makanan Segera Menelannya Dengan Perlahan . Bisikkan Faelyn Barusan Seolah-Olah Membuatnya Tertegun .     'Gue Gak Sayang Lo Fae !  ' Reyfan hanya bisa berucap dalam hati nya saja pernyataan yang sebenarnya .     " Iya Aku Juga ! " Bohong Reyfan .     Setelah Selesai Makan Reyfan Dan Faelyn Kembali Ke Sekolahan , Untungnya Mereka Tidak Kena Hukuman Atau Terlihat Guru Lain Dan Beruntungnya Pak Komar Tidak Mencarinya .     Mereka Berdua Berjalan Dikoridor Menuju Kelas , Kebetulan Dari Arah Berlawanan Terlihat Gerombolan Bian Dari Jauh Yang Dapat Dilihat Oleh Reyfan .     " Fae.." Kata Reyfan Yang Terlihat Sedikit Panik Menghentikan Langkahnya Tepat Didepan Tangga Menuju Kelantai 2 .     " Iya Rey ?" Tanya Faelyn Yang Tidak Mengetahui Apa Yang Sedang Reyfan Rasakan Sekarang.     " Kamu Duluan Aja Ya Fae , Aku Mau Ke Toilet ! " Kata Reyfan Tanpa Menunggu Jawaban Dari Faelyn Ia Langsung Saja Pergi Meninggalkan Faelyn Naik Kelantai 2 .     " Toilet ? Padahal Toiletnya Kan Lebih Deket Kearah Depan , Ngapain Reyfan Malah Naik Kelantai Atas ? " Fikirnya " Ah Udahlah Terserah Dia ! " Katanya , Ia Melanjutkan Langkahnya Lagi . Baru Saja Beberapa Langkah Ia Melihat Bahwa Bian Berjalan Menghampirinya .     " Dek ? " Panggil Bian Seraya Berjalan Mendekati Faelyn Bersama Teman-Temannya .     " Eh Kak . Habis Darimana ? " Tanya Faelyn Saat Sudah Berhadapan Dengan Bian .     " Habis Dari Kantin ! Lo sendiri habis Darimana ? Kok Berkeliaran Di Jam Pelajaran ? Emang Gak Ada Guru ?" Tanya Bian Panjang Lebar , Sedangkan Faelyn Berfikir Harus Menjawab Apa .     ' Kalo Gue Bilang Tadi Gue Dihukum Nanti Urusannya Malah Ribet Nih Sama Kak Bian ! '     " Hey ! Kok malah Diem ?  " Bian melambaikan tangannya didepan wajah faelyn yang tengah melamun .     " Mungkin faelyn Terdiam Karena Terpesona Melihat Ketampanan Gue Kali Bian ! " Sahut Rafi Kepedean.     "Ye Kepedean Lo ! " Ujar Bian " Udah Sono Lo semua Pada Naik Duluan Keatas  ! " perintah Bian Menyuruh Teman-Temannya Ke Kelas Duluan . Kelas Bian Memang Dilantai Dua .   " Ok , Duluan Ya Faelyn Cantik ! " Goda Saka Dan Faelyn Hanya Senyam-Senyum Saja.     " Udah Sana Buru Gausah Godain Adik Gue !  " Kata Bian Sambil Memukul Bahu Saka.     " Dek Lo Belom Ngomong . Lo Habis Darimana ? " Ulang Bian Dan Lagi-Lagi Faelyn Bingung Menjawabnya.     " Itu Abis Dari Sana Lah ! " Katanya Menunjuk Tempat Sampah Tepat Tidak Jauh Dibelakangnya .     Bian Mengernyitkan Dahinya " Lo Abis Dari Tempat Sampah ? "     "I...I..Iya Tadi Gue Abis Buang Sampah . Biasalah Gue Kan Anak Rajin Hehe" Katanya Cengengesan , Namun Bian Terlihat Tidak Begitu Percaya Apa Yang Faelyn Katakan.     " Lo Yakin Dek ? " Tanya bian yang terlihat ragu .     " Yakin Kak ! " jawab faelyn cepat .     Bian Tersenyum " Yaudah Lo Masuk Kedalam Kelas Sana ! Jangan Jadi Anak Bandel ! " Tegas Bian.     " Iya Jangan Jadi Anak Bandel Kayak Lo ! Lagi Jam pelajaran Malah pergi Ke kantin ! " Omel Faelyn Sambil Meninju Kakanya Itu Padahal Dia Sendiri Juga Keluyuran Pada Saat Jam Pelajaran.     " Yaudah Nanti Pulang Sekolah Jangan Kemana - Mana ! Awas Aja Lo Keluyuran Lagi ! " Ancam Bian Dan Faelyn Hanya Mengangguk Sambil Tersenyum .     " Yaudah Gue Masuk Ke Kelas Dulu Ya ! Bye Ka Bian ! " Faelyn Segera Masuk Kedalam Kelasnya Yang Tidak Begitu Jauh Dari Tempat Ia Ngobrol Tadi . Bian Pun Pergi Menaiki Tangga Lantai 2 .     Baru Saja Bian Menaiki Beberapa Anak Tangga , Tiba Tiba Tubuhnya Merasakan Ditabrak Oleh Seseorang Yang Baru Saja Turun Dari Lantai 2.     " Ah  ! " Pekik Bian Yang Hampir Terjatuh , Untungnya Dia Dengan Cepat Berpegangan Penyangga Tangga .     " Eh Sor-" Belum Sempat Mengutarakan Permintaan Maafnya Itu Kepada Orang Yang Ia Tabrak , Reyfan Langsung Berhenti Dan Tidak Jadi Meminta Maaf.     Bian Langsung Berdiri Tegak " Lo Punya Mata Gak ? Hah ! " Kata Bian Yang Mulai Terlihat Emosi .     " Nih ! " Reyfan Menunjuk Kedua Matanya " Kalo Tau Tadi Yang Gue Tabrak itu lo , Sekalian Aja Tadi Gue Tendang Sampe Jatoh Kebawah ! " Ujar Reyfan Santai Namun Matanya Menatap Bian Penuh Dendam .     Bian Tersenyum Miring " Gue Kasian Sama Lo ! " Kata Nya Sambil Geleng-Geleng .     " Oh Iya Lo Ngapain Abis Dari Atas Hah ? Itu Area Gue Bro ! Area Lo Dibawah Bersama Teman-Teman Lo Yang Cupu ! “ Ejek bian disertai senyuman penuh seringaian .   “ Oh Iya Satu Lagi , " Kata Bian Seraya Melangkahkan Sedikit Maju Mendekat Ke Reyfan Yang Berjarak Satu Anak Tangga Dengan Reyfan  " Gue Kasian Sama Lo Karena Lo Itu Selalu Kalah Dalam Hal Apapun Sama Gue ! " Bisiknya Ditelinga Reyfan , Lalu Bian Melangkah Pergi Meninggalkan Reyfan Yang Berdiri Digelumuti Amarah .     " Gue Tunggu Lo Nanti Malem Ditempat Biasa ! " Teriak Reyfan , Membuat Bian Menghentikan Langkahnya.     Bian Tersenyum Simpul " Ok . Dengan Senang Hati " Lalu Ia Melanjutkan Langkahnya Menaiki Tangga, Begitupun Dengan Reyfan , Ia Juga Berlalu Berjalan Menuju Kelas .     Tentu saja mereka berdua ingin mengadakan balapan motor lagi karena malam sebelumnya tertunda akibat keributan antara kedua nya . ** JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LOVE NYA UNTUK MENSUPORT  :) TUNGGU PART BERIKUTNYA YA :)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN