Faelyn dan reyfan saat ini duduk dibangku yang berada didepan kelasnya untuk menjalani hukuman tidak mengikuti pelajaran pak komar . Faelyn Duduk Dengan Wajah Murungnya , Reyfan Yang Melihatnya Hanya Tersenyum .
" Gak usah Cemberut ! Harusnya kamu Seneng ! " Ucap reyfan dengan santai nya .
" Seneng ? Dihukum Kok Seneng ? " Faelyn menggeleng tak mengerti .
“ Itu tujuan aku bikin marah guru biar disuruh keluar ga ikut pelajaran ! sekarang kita udah diluar harus nya seneng karena terbebas dari pelajaran ! “ Terang reyfan , faelyn hanya melongo saja mendengar penjelasan reyfan .
“ Dasar aneh ! “ celetuk faelyn .
“ senyum dong biar terlihat cantik ! kamu lebih cantik senyum !“ goda reyfan membuat senyuman faelyn perlahan mengembang mendengar ucapan reyfan tadi .
" Kalo Dihukum Keluar Kelas Gini Kan Jadinya Kita Ketinggalan Pelajaran , reyfan ! kamu gimana sih ! " Wajah Faelyn Kembali Terlihat Muram.
" Gak Apa - Apa Ketinggalan Pelajaran ! " Kata Reyfan Dan Faelyn Menatapnya Tajam " Asalkan Enggak Ketinggalan Kamu Fae ! " Kata-Kata Tersebut Sukses Meluluhkan Rasa Amarah Faelyn Dan Membuat Pipinya Merah . Faelyn Tersanjung.
" dasar gombal ! " Ucap faelyn Berusaha Tidak Terlihat Senang . Faelyn menatap reyfan dengan perasaan bingung kenapa lelaki itu sikapnya mulai sedikit berubah , padahal sebelumnya selalu bersikap dingin , cuek dan acuh.
' Apaan Si Kok Gue Gombal Gini ! ' Batin Reyfan , ia sendiri sebenarnya tidak ingin seperti ini .
" Oh Iya Fae , " Celetuk reyfan .
" Kenapa ? "
" Aku Mau Kamu Jangan Kasih Tau Ke Kakak Kamu ya Kalo Kita Pacaran ? " Ucap Reyfan Serius , Namun Membuat Faelyn Keheranan.
" Kenapa ? Emang Kamu Kenal Sama Kakak Aku ? " Faelyn menyipitkan matanya .
" Aku Sih Ga Kenal " Bohong Reyfan " Ya Cuman Gamau Aja kalo Kakak Kamu Tau ! Rahasiain Aja dulu . Nanti Kalo Waktunya Udah tepat Biar Aku Aja Yang Ngomong , Sekalian Ketemu Gitu Sama Kaka Kamu Kan Biar Akrab? " Bohong reyfan . Faelyn mengangguk saja merasa tidak ada yang salah dengan ucapan reyfan .
" Oh Iya - iya . Yaudah Kalo Gitu ! " Faelyn setuju .
" Janji ? " Reyfan Menjulurkan Jari Kelingkingnya .
" Iya Janji ! " Faelyn Pun Mengaitkan Kelingkingnya Dengan Kelingking Reyfan .
" Pokoknya Sepinter - Pinternya Kamu Aja Deh Rahasiain Ini ya ? Kalo Sampai ketahuan ..." reyfan menahan ucapannya .
" Kenapa Kalo Sampai ketahuan ? " faelyn bertanya .
" KITA PUTUS ! " ucap Reyfan Singkat , Padat Dan Jelas , Sedangkan Faelyn Mendengarnya Sedikit Terkaget.
" Lah Kok Gitu ? " Mata faelyn terbuka lebar , ia tak percaya mengapa reyfan seperti itu .
" Ya Emang Gitu . Aku Gak Suka Kalo Janji Dilanggar ! " Tegas reyfan .
" Iya Aku Janji ! " Faelyn Mengangguk Faham .
" Yaudah Ke Kantin Aja Yuk ? " Ajak Reyfan Yang Sudah Bangun Dari Duduknya .
"Jangan Ke Kantin !" Faelyn Menatap Reyfan Yang Sudah Berdiri Dihadapannya.
" Kenapa ? "
" Nanti Aku Laper ! " Jawab faelyn dengan polosnya .
" Tujuan Ke Kantin Untuk Makan . Kalo Kamu Gamau Nanti Kamu Yang Aku Makan ! " Reyfan Menarik Tangan Faelyn " Ayo , Nanti Keburu Ada Guru Yang Liat ! "
" Jangan Ke Kantin . Gimana kalau Kita Jajan Diluar Sekolah Aja ? Emang Kamu Gak Bosen Makan Dikantin Terus ? " Saran faelyn .
" Bosen Sih . Yaudah Ayo Kita Keluar ! " Reyfan Kembali Menarik Tangan Faelyn , Tetapi Faelyn Menahannya.
" Tapi Emang Boleh?"
" Gampang Aja Bagi Seorang Reyfan Mah . Ayo ! "
Faelyn Pun Mau Mengikuti Reyfan . Ia Percaya Pergi Keluar Sekolah Pada Saat Jam Pelajaran Itu merupakan Hal Sepeleh Bagi Reyfan . Sampainya Didepan Gerbang Reyfan Segera Menghadap Pak Manto Yang Tak Lain Satpam Sekaligus Penjaga Gerbang Sekolah .
" Pak Manto Saya Mau Keluar ! " Kata Reyfan Yang Sudah Berhadapan Dengan Pak Manto.
" Ini Kan Jam Pelajaran ? Kamu Mau Ngapain ? " Pak Manto Melirik Ke arah Faelyn " Berdua Lagi , Mau Kemana Coba ?"
" Biasa , " Reyfan Berbicara Mendekat Ke Arah Telinga Pak Manto " Urusan Wanita Pak , Ayolah Bukain Gerbangnya ! " Pinta Reyfan .
" Urusan Wanita ? Maksudnya? " Pak Manto Keheranan.
" Jadi Gini Pak , Saya Mau Anter Dia Beli Roti Pak ! " Ucap reyfan .
" Roti Apa? " Tanya pak manto .
" Roti Wanita ? Halah Bapak Ini Suka Pura - Pura Gatau ! " Gerutu reyfan.
" Heh Bapak Emang Bener Gak Tau ! " Ujar pak manto .
" Softek lah pak ! Masa Bapa Gak Tau Sih Ah Payah ! " reyfan menepuk bahu pak manto .
Faelyn Sedari Tadi Berdiri Tidak Jauh Dari Reyfan , Ia Memperhatikan Reyfan Cukup Lama Yang Sedang Berdiskusi Dengan Pak Satpam , Entah Apa Yang Mereka Bicarakan Faelyn Tidak Tahu . Tidak Lama Reyfan Menghampirinya .
" Gimana Boleh Gak ? " Tanya Faelyn.
" Boleh Lah Pasti , Udah Ayo ! " Reyfan Mengajak Faelyn Berjalan Keluar Gerbang .
Sambil Berjalan Faelyn Bertanya , Mengapa Dengan Mudahnya Reyfan Bisa Keluar Sekolah . Padahal Seharusnya Tidak Diperbolehkan . Keluar Sekolah Sendiri Pada Saat Jam Pelajaran Saja Susah Apalagi Berdua.
" Rey Tadi Kamu Izin Nya Gimana ? " Faelyn Penasaran ingin mendengar cerita dari reyfan .
" Tadi Aku Bilang Mau Beli Roti ! "
" Itu Doang ? " Faelyn menoreh kearah reyfan yang berjalan sejajar disampingnya .
" Terus Dia Tanya . mau beli Roti Apa ? " Katanya Dan Faelyn Terus Menyimak Pembicaraan .
" Terus Kamu Bilang Apa ? "
" Aku Bilang Roti Wanita , Eh Dia Bingung ! " Kata Reyfan Dan Faelyn Tertawa .
Faelyn Memukul Pelan Lengan Reyfan " Dasar Kamu Rey ! " Reyfan Juga Ikut Tertawa " Terus Pak Manto Bilang Apalagi ? "
" Pas Aku Bilang Softek Dia Bilang Kenapa Gak Ambil Di UKS Aja Kan Ada !" Faelyn Diam Menunggu Cerita Reyfan Selanjutnya .
" Aku Bilang Aja , Softek Di UKS Habis Dipake Buat Ngompres Siswa Yang Luka – Luka ! "
Faelyn Mengernyitkan Dahinya " Terus Pak Manto Percaya ? "
" Pak Manto Percaya ! Dia Bilang Softek Multifungsi ! " Jelas reyfan membuat faelyn tak bisa berhenti tertawa .
" Terus Akhirnya Dia Ngizinin Kita Keluar ? " Tanya faelyn .
" Tadinya sih Belum izinin ! Dia Bilang Suruh Beli Dikantin aja Di Warung Mba Tia kan ada ! " Terang reyfan.
" Iya Bener Juga Sih , Kan Dia Jual Softek ! " Faelyn manggut – manggut setelah itu ia penasaran bagaimana kelanjutan cerita dari reyfan dengan pak manto " Terus Kamu Jawab Apalagi ? “
" Aku Bilang Di Warung Mba Tia Softek Nya Tidak Dijual ! Terus Dia Tanya Kenapa Ga Dijual ? "
" Kok Bisa Gak Dijual ? Terus Kamu Jawab Apa ? " Faelyn Ketawa , lagi .
" Aku Bilang Aja Karena Softeknya Buat Di Pake Mbak Tia Lah . Jadi , Dia Tidak Jual , Karena Kalo Dijual Nanti Softeknya Habis Terus Dia Mau Beli Diluar Harus Izin Dulu Ke Pak Manto Yang Pelit Bukain Gerbang ! " Kata Reyfan Sambil Melirik Faelyn " Terus Kamu Tau Apa Kata pak manto?"
" Apa ? " Faelyn Penasaran .
" Pak manto Bilang Mba Tia Fitnah ! Kata pak manto kalo dia itu Gak Pelit ! "
" Terus ? "
" Ya Aku Bilang , Bapak Bisa Buktiinn Gak Kalo Bapa Gak Pelit ? " Ucap reyfan lagi .
" Terus Apa Kata Pak Manto ? "
" Dia Bilang Bapak Akan Bukain Gerbang . Kata Dia Aku Suruh Sampaikan Ke Mba Tia Kalo Pak Manto Tidak Pelit Bukain Gerbang . Aku Sih Iya - Iya Aja . Padahal Aku Yang Fitnah Dia , Bukan Mbak Tia ! " Penjelasan reyfan yang cukup panjang itu membuat faelyn terus saja tertawa dan tak habis fikir mengapa bisa dia mengelabuhi orang tua seperti itu .
Faelyn Tertawa Lagi " Jahat Banget sih Kamu ! " Faelyn Tertawa Lagi , Ia Sangat Terhibur " Nah Terus Apalagi Rey? "
'Ya Terus Gerbangnya Dibukain Lah Bodoh ! ' Batin Reyfan Yang Kesal Karena Faelyn Sedari Tadi Sangat Bawel.
" Ya Terus Kamu Mau Jajan Apa ? Kita Dari Tadi Jalan Terus Sampe Lupa Mau Jajan Apa ?" Kata Reyfan Seraya Menghentikan Langkahnya . Faelyn Juga Ikut Berhenti .
" Kamu Laper Kan? Yaudah Buru Mau Jajan Apa ? " Tanya Reyfan Dan Faelyn Hanya Tersenyum.
" Aku Seneng Denger Kamu Cerita Kayak Tadi Rey ! " Kata-Kata Itu Keluar Begitu Saja Dari Mulut Faelyn.
'Terus Gue Harus Terus-Terusan Cerita Gitu Sama Lo ? Gak Sekalian Aja Gue Bacain Dongeng ! ' Gerutu Reyfan Dalam Hati.
" Aku Juga Seneng Kamu Ketawa Kayak Tadi ! " Reyfan Mengusap Pucuk Kepala Faelyn " Jadi , Kamu Mau Beli Apa ? Tuh Banyak Jajanan ! " Reyfan menunjuk kearah pedagang yang berjajar di pinggir jalan .
" Aku Udah Gak Laper ! " Jawab faelyn .
" Nah Terus Kita Ngapain Keluar ? " Reyfan jadi Kebingungan .
" Kan Mau Beli Softek ! " Ledek Faelyn Seraya Menyenggol Lengan Reyfan .
" Ah Kamu Malah Ngeledek ! Yaudah Kita Makan Di Warkop Aja deh ! " Reyfan Kembali Berjalan Menuntun Tangan Faelyn Kearah Warkop Yang Tidak Jauh Dari Mereka .
" Yaudah Aku Ikut Kamu Aja Rey ! "
Mereka Berdua Berjalan Menuju Warkop . Sampainya Disana Suasana Warkop Sepi, Mungkin Sekarang Sudah Tidak Sepi Karena Ada Mereka Berdua .
Reyfan Duduk Dibangku Kayu Panjang Berwarna Coklat Tua Seraya Membantu Faelyn Yang Akan Duduk Karena Kesulitan Dengan Roknya.
" Kamu Mau Apa ?" Kata Reyfan Dan Faelyn Sama Sekali Bingung . Karena Ini Pertama Kalinya Dia Ke Warkop .
" Aku Mau Kamu ! " Jawab Faelyn Dengan Senyumnya Yang Tak Pernah Lupa Ia Tampilkan Saat Bicara Dengan Reyfan .
Terlihat Reyfan Yang Jadi Salah Tingkah Karena Ucapan Faelyn Tadi .
" Sekarang Kamu Pandai Gombal Ya? " Reyfan Mencubit Pipi Faelyn .
" Kan Ngikutin Pacarnya ! " Kata Faelyn Dengan Tangan Kanannya Yang Meninju Pelan d**a Bidang Reyfan .
Reyfan Hanya Tersenyum .
" Jadi , Kamu Mau Pesen Apa ? " Reyfan kembali bertanya .
" Spageti Ada Gak ? " Ucap Faelyn Dan Reyfan Manahan Tawanya .
" Ada Kok ! tenang aja ! " Entah Apa Yang Akan Reyfan Lakukan .
" Pak Kumis , Biasa ya ? . Setengah Mateng , Bikin Dua ! " Pesan Reyfan , Pak Kumis Mengangguk Seolah-Olah Faham Apa Makanan Yang Reyfan Maksud .
" Kamu Kayaknya Udah Kenal Deket Ya ? Kamu Sering Kemari ? " Tanya Faelyn Dan Reyfan Mengangguk
" Kenapa Kamu Panggil Dia Dengan Sebutan Pak Kumis ? " Lanjut Faelyn Kebingungan . Sepertinya Dia Akan banyak bertanya Saat Bersama Reyfan .
" Kamu Mau Tau ?" Reyfan Membenarkan Duduknya Menghadap Faelyn .
Faelyn Mengangguk " Iya ? Kenapa Coba Dipanggil Pak Kumis ? "
" Karena Dia Enggak Punya Kumis ! " Kata Reyfan Datar Sedangkan Faelyn Tertawa Pelan .
" Dasar Kamu Rey Suka Banget Namain Orang Yang Aneh – Aneh ! " Faelyn Yang Tanpa Ba Bi Bu Be Bo Langsung Mencium Pipi Reyfan sekilas karena merasa gemas dengan tingkah lelaki itu "Aku Gregetan Sama Kamu ! "
Reyfan Terdiam . Kali Ini Dia Gugup Untuk Yang Kedua Kalinya Saat Faelyn Menciumnya Secara Tiba-Tiba.
'Kok Gue Deg-Degan'
'Fokus Rey Fokus'
'Jangan Deg-Degan Gini . Anggap Aja Ini Hal Biasa'
Reyfan Mencoba Mengkodisikan Dirinya Agar Terlihat Biasa Dan Tidak Canggung .
" Rey Kok Diem? " Tanya Faelyn Keheranan menatap wajah reyfan yang kini terlihat tegang .
" Eng—Enggak . Kamu Pelanggaran ! " Katanya Berusaha Santai .
" Pelanggaran Apa ? "
" Kamu Nyium Cuma Pipi Kanan Doang , Nanti Pipi Kiri Cemburu ! " Kata Reyfan Dan Faelyn Langsung Mecium Pipi Kiri Reyfan .
" Tuh Udah Kan ? Jadi Pipinya Gak Berantem ! " Ujar Faelyn Santai .
Lagi ! Reyfan Merasakan Perasaan Yang Aneh Pada Dirinya Sendiri .
' Gila Juga Nih Faelyn ! Dia Bener-Bener Nyium Gue ! '
" Nah Gitu Kan Bagus ! " Kata Reyfan Dengan Senyum Terpaksa. Namun jauh didalam lubuk hatinya ada sedikit perasaan senang yang tidak bisa dijelaskan saat faelyn menciumnya .
Beberapa menit Kemudian Pak Kumis Yang Tidak Memiliki Kumis Itu Menyodorkan Dua Mangkuk Indomie Setengah Matang Dengan Kuah Sedikit Dan Pakai Telur Diatasnya .
" Nih Pesanan Nya ! " Ucap reyfan Seraya Menyodorkan semangkuk Indomie.
Faelyn menatap mangkuk indomie itu dengan bingung " Mana Spagetinya ?"
" Ini Spageti Ala Warkop . Enak kok Kamu Makan Aja ! " Kata Reyfan Yang Sudah Mulai Mengaduk Indomienya.
" Ini Mah Indomie . Bukan Spageti , Aku Mah Juga Pernah Makan Dirumah ! " Gerutu Faelyn Lagi Membuat Reyfan Menghela Nafasnya .
" Ini Indomie Bukan Sembarang Indomie , fae ! " Kata Reyfan Berusaha Membuat Faelyn Memakan Indomienya.
" Kok Gitu ? " Faelyn Tetap Tidak Memakan Indomie nya.
" Kamu Tau gak ? Pak Kumis Udah Sihir Indomienya , Rasanya Jadi Enak ! Beda Sama Yang Kamu Bikin Dirumah ! " ujar reyfan .
" Kok Bisa Beda ? " Faelyn mulai mengaduk indomie itu .
" Karena Pak Kumis Penyihir ! " Ledek Reyfan .
" Kalo Gitu Ini Indomienya Pake Ramuan Dong ? " Faelyn Masih Saja Bertanya .
" Haduh Fae.. Kamu Makan Dulu Deh ! " Reyfan Mulai Terlihat Jengkel , Entah Mengapa Saat Bersama Faelyn Sepertinya Reyfan Harus Banyak Bersabar .
"Yaudah Iya Aku Makan " Faelyn memakan indomie itu .
" Gimana Rasanya ?" Reyfan Menunggu Jawaban Faelyn .
" Iya Enak Rey . Padahal Sama Aja Ya Indomie Juga Kaya Yang Aku Bikin Dirumah ! Tapi kenapa rasanya beda ya makan dirumah sama di warkop ? " seru faelyn .
" Itulah , Kan Udah Aku Bilang ! " Reyfan Berbisik Ke Faelyn " Pak Kumis Itu Penyihir ! " Faelyn Hanya Tertawa .
Bukan Mitos , Tapi Memang Terkadang Indomie Buatan Sendiri Sama Beli Diwarkop Rasanya Berbeda Bukan ? Rasanya Lebih Nikmat Beli Di Warkop .
" Pak Kumis Minumnya Dong , Soda Pake s**u Ya Dua ! " Pinta Reyfan Dan Pak Kumis Segera Mebuatkannya.
Rasanya Hari Itu Faelyn Sangat Senang Karena Cukup Banyak Hal Lelucuon Dari Reyfan Yang Membuatnya Tertawa . Faelyn Semakin Nyaman Didekatnya. Bagi faelyn , apapun yang reyfan bicarakan terasa menarik dan ia ingin selalu menjadi pendengar yang baik untuk reyfan . Faelyn suka ketika reyfan banyak bicara .
" Rey Aku Sayang Kamu ! " Ucap Faelyn Tepat Ditelinga Reyfan .
Reyfan Yang Sedang Mengunyah Makanan Segera Menelannya Dengan Perlahan . Bisikkan Faelyn Barusan Seolah-Olah Membuatnya Tertegun .
'Gue Gak Sayang Lo Fae ! ' Reyfan hanya bisa berucap dalam hati nya saja pernyataan yang sebenarnya .
" Iya Aku Juga ! " Bohong Reyfan .
Setelah Selesai Makan Reyfan Dan Faelyn Kembali Ke Sekolahan , Untungnya Mereka Tidak Kena Hukuman Atau Terlihat Guru Lain Dan Beruntungnya Pak Komar Tidak Mencarinya .
Mereka Berdua Berjalan Dikoridor Menuju Kelas , Kebetulan Dari Arah Berlawanan Terlihat Gerombolan Bian Dari Jauh Yang Dapat Dilihat Oleh Reyfan .
" Fae.." Kata Reyfan Yang Terlihat Sedikit Panik Menghentikan Langkahnya Tepat Didepan Tangga Menuju Kelantai 2 .
" Iya Rey ?" Tanya Faelyn Yang Tidak Mengetahui Apa Yang Sedang Reyfan Rasakan Sekarang.
" Kamu Duluan Aja Ya Fae , Aku Mau Ke Toilet ! " Kata Reyfan Tanpa Menunggu Jawaban Dari Faelyn Ia Langsung Saja Pergi Meninggalkan Faelyn Naik Kelantai 2 .
" Toilet ? Padahal Toiletnya Kan Lebih Deket Kearah Depan , Ngapain Reyfan Malah Naik Kelantai Atas ? " Fikirnya " Ah Udahlah Terserah Dia ! " Katanya , Ia Melanjutkan Langkahnya Lagi . Baru Saja Beberapa Langkah Ia Melihat Bahwa Bian Berjalan Menghampirinya .
" Dek ? " Panggil Bian Seraya Berjalan Mendekati Faelyn Bersama Teman-Temannya .
" Eh Kak . Habis Darimana ? " Tanya Faelyn Saat Sudah Berhadapan Dengan Bian .
" Habis Dari Kantin ! Lo sendiri habis Darimana ? Kok Berkeliaran Di Jam Pelajaran ? Emang Gak Ada Guru ?" Tanya Bian Panjang Lebar , Sedangkan Faelyn Berfikir Harus Menjawab Apa .
' Kalo Gue Bilang Tadi Gue Dihukum Nanti Urusannya Malah Ribet Nih Sama Kak Bian ! '
" Hey ! Kok malah Diem ? " Bian melambaikan tangannya didepan wajah faelyn yang tengah melamun .
" Mungkin faelyn Terdiam Karena Terpesona Melihat Ketampanan Gue Kali Bian ! " Sahut Rafi Kepedean.
"Ye Kepedean Lo ! " Ujar Bian " Udah Sono Lo semua Pada Naik Duluan Keatas ! " perintah Bian Menyuruh Teman-Temannya Ke Kelas Duluan . Kelas Bian Memang Dilantai Dua .
" Ok , Duluan Ya Faelyn Cantik ! " Goda Saka Dan Faelyn Hanya Senyam-Senyum Saja.
" Udah Sana Buru Gausah Godain Adik Gue ! " Kata Bian Sambil Memukul Bahu Saka.
" Dek Lo Belom Ngomong . Lo Habis Darimana ? " Ulang Bian Dan Lagi-Lagi Faelyn Bingung Menjawabnya.
" Itu Abis Dari Sana Lah ! " Katanya Menunjuk Tempat Sampah Tepat Tidak Jauh Dibelakangnya .
Bian Mengernyitkan Dahinya " Lo Abis Dari Tempat Sampah ? "
"I...I..Iya Tadi Gue Abis Buang Sampah . Biasalah Gue Kan Anak Rajin Hehe" Katanya Cengengesan , Namun Bian Terlihat Tidak Begitu Percaya Apa Yang Faelyn Katakan.
" Lo Yakin Dek ? " Tanya bian yang terlihat ragu .
" Yakin Kak ! " jawab faelyn cepat .
Bian Tersenyum " Yaudah Lo Masuk Kedalam Kelas Sana ! Jangan Jadi Anak Bandel ! " Tegas Bian.
" Iya Jangan Jadi Anak Bandel Kayak Lo ! Lagi Jam pelajaran Malah pergi Ke kantin ! " Omel Faelyn Sambil Meninju Kakanya Itu Padahal Dia Sendiri Juga Keluyuran Pada Saat Jam Pelajaran.
" Yaudah Nanti Pulang Sekolah Jangan Kemana - Mana ! Awas Aja Lo Keluyuran Lagi ! " Ancam Bian Dan Faelyn Hanya Mengangguk Sambil Tersenyum .
" Yaudah Gue Masuk Ke Kelas Dulu Ya ! Bye Ka Bian ! " Faelyn Segera Masuk Kedalam Kelasnya Yang Tidak Begitu Jauh Dari Tempat Ia Ngobrol Tadi . Bian Pun Pergi Menaiki Tangga Lantai 2 .
Baru Saja Bian Menaiki Beberapa Anak Tangga , Tiba Tiba Tubuhnya Merasakan Ditabrak Oleh Seseorang Yang Baru Saja Turun Dari Lantai 2.
" Ah ! " Pekik Bian Yang Hampir Terjatuh , Untungnya Dia Dengan Cepat Berpegangan Penyangga Tangga .
" Eh Sor-" Belum Sempat Mengutarakan Permintaan Maafnya Itu Kepada Orang Yang Ia Tabrak , Reyfan Langsung Berhenti Dan Tidak Jadi Meminta Maaf.
Bian Langsung Berdiri Tegak " Lo Punya Mata Gak ? Hah ! " Kata Bian Yang Mulai Terlihat Emosi .
" Nih ! " Reyfan Menunjuk Kedua Matanya " Kalo Tau Tadi Yang Gue Tabrak itu lo , Sekalian Aja Tadi Gue Tendang Sampe Jatoh Kebawah ! " Ujar Reyfan Santai Namun Matanya Menatap Bian Penuh Dendam .
Bian Tersenyum Miring " Gue Kasian Sama Lo ! " Kata Nya Sambil Geleng-Geleng .
" Oh Iya Lo Ngapain Abis Dari Atas Hah ? Itu Area Gue Bro ! Area Lo Dibawah Bersama Teman-Teman Lo Yang Cupu ! “ Ejek bian disertai senyuman penuh seringaian .
“ Oh Iya Satu Lagi , " Kata Bian Seraya Melangkahkan Sedikit Maju Mendekat Ke Reyfan Yang Berjarak Satu Anak Tangga Dengan Reyfan " Gue Kasian Sama Lo Karena Lo Itu Selalu Kalah Dalam Hal Apapun Sama Gue ! " Bisiknya Ditelinga Reyfan , Lalu Bian Melangkah Pergi Meninggalkan Reyfan Yang Berdiri Digelumuti Amarah .
" Gue Tunggu Lo Nanti Malem Ditempat Biasa ! " Teriak Reyfan , Membuat Bian Menghentikan Langkahnya.
Bian Tersenyum Simpul " Ok . Dengan Senang Hati " Lalu Ia Melanjutkan Langkahnya Menaiki Tangga, Begitupun Dengan Reyfan , Ia Juga Berlalu Berjalan Menuju Kelas .
Tentu saja mereka berdua ingin mengadakan balapan motor lagi karena malam sebelumnya tertunda akibat keributan antara kedua nya .
**
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LOVE NYA UNTUK MENSUPORT :)
TUNGGU PART BERIKUTNYA YA :)