Kelas Masih Terlihat Sepi , Hanya Beberapa Murid Saja Yang Baru Datang. Merasa Bete , Faelyn Memilih Untuk Memainkan Ponselnya Sambil Melihat Notif Dan Berharap Ada Pesan Masuk Dari Reyfan tapi nyata nya tidak ada.
" Sama Sekali Gak ada Pesan Dari Reyfan ! Sedih Banget Sih Jadi Gue ! " Ucapnya , Lalu Faelyn Menenggelamkan Wajahnya Dilipatan Kedua Tangannya.
Setelah Beberapa Menit Faelyn Menenggelamkan Wajahnya , Ia Merasakan Ada Seseorang Yang Mengusap kepalanya , Membuat Dirinya Mengangkat Wajahnya .
" Reyfan ? " Kata Faelyn Heran.
" Pagi ? " Sapa Reyfan Disertai Senyuman , Faelyn Yang Mendapati Senyuman Itu Merasakan Sensasi Yang Aneh Didalam Hatinya.
" Pagi Juga . Tumben Kamu Udah Dateng Pagi - Pagi Begini ? " Tanya Faelyn Keheranan .
" Iya dong , Kan Mau Ketemu Kamu ! " Jawab Reyfan Dengan Manis .
' Ini Mimpi Gak Sih ? ' Fikir Faelyn , Pipinya Memerah Seperti Tomat . Sekarang Faelyn Terlihat Gugup .
' Sumpah Gue Males Banget Ngegombalin Ini Anak ! ' Gerutu Reyfan Dalam Hati .
" Loh Rey , Itu Bibir Kamu Kenapa ? " Tanya Faelyn Panik Setelah Melihat Luka Memar Di Bibir Reyfan , Tangan Faelyn Menyentuh Sudut Bibir Reyfan.
" Aduh, Sakit Fae ! " Reyfan Meringis Saat Jari Faelyn Sedikit Menekan Bibirnya .
" Maaf ! Rey Itu Masih Keluar Darah . Aku Obatin Yuk Ke Uks ? " Faelyn Bangun Dari Duduknya Dan Langsung Menarik Tangan Reyfan Agar Ikut Dengannya Ke UKS .
" Fae , Aku Gak Mau ! " Tolak Reyfan Namun Faelyn Tetap bersikukuh memaksa lelaki itu untuk segera ikut .
" Enggak ! Pokoknya Harus Diobatin Nanti Infeksi gimana ? " Paksa Faelyn Sambil Menarik Tangan Reyfan Menuju Ruang UKS .
' ini Cewe Sumpah , Ribet Banget ! ' Batin Reyfan , akhirnya ia Terpaksa Menurutin Permintaan Faelyn Agar Hubungannya Semakin Dekat Dan Rencananya Berjalan Lancar.
Sampainya Diruang Uks , Reyfan Duduk Dibangku Sedangkan Faelyn Mengambil Kotak P3K .
" Aku Obatin Ya Rey ? Maaf Kalo Agak Sakit ! " Ungkapnya . Faelyn Pun Duduk Disamping Reyfan Sambil Mengompres Luka di sudut bibir reyfan .
" Aw Sakit Pelan - Pelan Dong ! " Ucap Reyfan sedikit bernada tinggi Membuat Faelyn Berhenti Mengompres Karena Terkaget .
Reyfan Menghela Nafasnya kasar menyesal telah sedikit membentak faelyn seperti tadi " Maaf ? " Kata Itu Terlontar Dari Mulut Reyfan Dengan Lembut .
Faelyn Yang Berada Disampingnya Melanjutkan Untuk Mengompres Kembali Luka Reyfan .
" Lagian Kamu Kenapa Sih Sampe Memar Kayak Gini Rey ? Pasti kamu habis Berantem Ya ? " Tanya faelyn , tangannya terus saja bergerak mengompres luka memar reyfan .
" Iya , " Singkat reyfan .
" Berantem Sama Siapa ? satu sekolahan sama kita ? " Tanya faelyn lagi yang semakin penasaran .
" Iya faelyn ! Bawel banget sih ! Udah Selesai Belum diobatin nya ? " Tanya Reyfan Tak Sabar.
" Udah Kok ! “ Faelyn menghentikan aktivitasnya , ia beralih menatap reyfan.
“ aku tuh bukan bawel , reyfan ! Cuma Penasaran Aja siapa sih yang udah bikin kamu kayak gini ! Songong Banget Sih Itu Orang ! " Kata Faelyn Menggedikan Bahunya.
Reyfan Menoreh Ke Faelyn " Iya Emang . Yang Mukul Aku Ini Gak Punya Perasaan Dan Songong ! " Sahut Reyfan Dengan penuh penekanan .
" Emang Namanya Siapa Sih ? Rasanya Aku Pengen balas perbuatan dia yang udah pukul dan Bikin Kamu Kayak Gini ! " Ucap Faelyn Lagi Sambil Membenarkan Duduknya Agar Saling Berhadapan Dengan Reyfan .
" Emang kamu berani pukul musuh aku ? " Tanya Reyfan Mengernyitkan Dahinya.
" Berani Lah , Dia Kan Udah Macem - Macem Sama Kamu ! Enak Aja Dia Pukul pacar aku sampai kayak gini ! " Kata Faelyn Dengan Wajah Polosnya Membuat Reyfan Tertawa .
" apa Kamu akan Ngelakuin Apa pun demi aku ? Dan juga Nurut Sama Aku ?" Tanya Reyfan Meyakinkan .
Faelyn Menatapnya Dalam-Dalam " Of Course ! " Senyumnya Mengembang.
" Pacar Siapa Sih Ini Pemberani Banget ! " Kata Reyfan Sambil Mencolek Dagu Faelyn .
" Pacar Kamu Lah ! " Jawab Faelyn penuh semangat , Tangannya Meninju Pelan d**a Reyfan.
" Sinih Peluk , " Reyfan Merangkul Tubuh Faelyn Kedalam Pelukannya .
" Makasih Ya Udah Mau obatin luka aku ! " Ucap Reyfan , Tangannya Mengusap Pucuk Kepala Faelyn Dengan Lembut .
" Sama - Sama Rey ! "
' Jantung Gue Kenapa Enggak Bisa Diajak Kompromi Sih ? Ini Kan Cuma Pura - Pura ! Jangan Deg - Degan Gini Dong ! ' Gumam Reyfan Dalam Hati .
" Oh Iya Rey . Kok bisa kebetulan kayak gini ya ? kamu sama kakak aku luka – luka kayak gini ? " Tanya Faelyn Yang Masih Dalam Pelukan Reyfan .
“ maksud nya ? “ tanya reyfan tak mengerti .
“ iya kakak aku juga kayaknya habis berantem ! Cuma beda nya dia hidung nya yang berdarah ! “ Terang Faelyn namun reyfan tersenyum tipis mendengar bian juga terluka , ia tahu bahwa luka itu adalah hasil dari pukulannya semalam .
" Bagus Dong Kalo Hidung Dia Berdarah ! " Ucapan Yang Baru Saja Terlontar Dari Mulut Reyfan Membuat Faelyn Melepaskan Pelukannya .
" Maksud Kamu Rey ?" Faelyn Menatap Reyfan Keheranan .
'Sial Keceplosan ! ' Reyfan menyesal telah berkata asal seperti tadi .
" Enggak Aku Salah Ngomong Tadi ! Maaf Ya ! " Reyfan Sendiri Tidak Sadar Apa Yang Baru Saja Diucapkannya , Ia Juga Terkaget Saat Ucapan Itu Keluar Begitu Saja Dari Mulutnya .
" Jangan......Jangan ...." Kata Faelyn Sambil Menyipitkan Matanya Menatap Reyfan.
" Jangan - Jangan Kenapa ?" Reyfan Penasaran Dengan Perkataan Yang Belum Dilanjutkan Faelyn .
"Jangan - Jangan Yang Mukul Kaka Aku Itu ---" Faelyn semakin menatap reyfan curiga .
" Siapa ? " Tanya Reyfan Panik , Ia Berharap Rahasianya Tidak Terbongkar Dulu Sebelum Ia Berhasil Membalaskan Dendamnya Kepada Bian . Didalam Hati , Reyfan Berdoa Agar Faelyn Tidak Tahu Siapa Yang Memukul Hidung Kakaknya.
" Aku Tau , Rey ! " Faelyn Bangkit Dari Duduknya .
" Pasti Yang Mukul Kaka Aku Itu Orang Yang Juga Mukul Kamu ? Iya Kan ? Bener Kan ? Bener Ga?" Cerocos Faelyn , Sedangkan Reyfan Menghela Nafasnya setelah mendengar ucapan faelyn yang ternyata tebakan gadis itu salah.
" Ya Enggak Lah Fae ! Udah Ah Ayo Kita Ke Kelas ! Sebentar Lagi Bel Masuk! “ Ucap reyfan .
“ Kalo Kelamaan Berduaan Disini Sama Kamu Aku Takut Gakuat ! " Tambah Reyfan Sambil Menarik Tangan Faelyn Keluar Uks .
" Takut Gakuat ? Maksudnya ? " Faelyn Masih Memikirkan Ucapan Yang Baru Saja Reyfan Katakan .
" Ya Kamu fikir Aja Sendiri ! " Singkat Reyfan membiarkan gadis itu mencari tahu jawabannya sendiri .
" Kok Aku Yang Suruh berfikir ? " Tanya faelyn bingung .
Reyfan Menghentikan Langkahnya " Kalo Kita Berduaan terus Ada Setan Lewat Gimana ? “ Reyfan mencoba menjelaskan .
" Emang Kenapa ? " Tanya Faelyn Yang Masih Tak Mengerti.
" Kalo Setannya Suruh Aku Nyium Kamu Gimana ?" Ledek Reyfan Di Tengah Koridor Sekolah .
" Yaudah Cium Aja Nih Kalo Berani ?" Tantang Faelyn Sambil Menyodorkan Pipinya .
" Wah Nantangin ! " Tanpa Banyak Bicara Lagi Reyfan Langsung Mencium Pipi Kanan Dan Kiri Faelyn sekilas . Hal itu membuat jantung faelyn hampir saja berhenti berfungsi .
" Berani Kan ? " Ucap Reyfan Dengan Kedua Alisnya Yang Naik Turun Sambil Tertawa .
" Ih Kamu Mah cium Beneran ! Tadi kan aku Cuman Bercanda ! " seru Faelyn Yang Juga Ikut Tertawa.
Reyfan Masih Tetap Tertawa " Lagian Sih Nantangin ! Udah Ayo Ke Kelas !" Katanya , Kemudian Menuntun Tangan Faelyn .
Ternyata sejak tadi disisi lain ada seseorang yang memantau mereka berdua bahkan melihat apa yang baru saja terjadi .
" Gila Sumpah Gila ! Ini Gue Enggak Mimpi kan ? " Ucap Jaya yang tak lain adalah Teman Dekatnya Bian . Sejak Tadi jaya Memperhatikan Faelyn Dan Reyfan Yang Berduaan Di Koridor .
" Reyfan Nyium Faelyn ? Wah Parah , Gue Harus Kasih Tau Bian ! Ini Gak Bisa Dibiarin ! " Jaya Segera Pergi menuju kelas Menghampiri Bian untuk memberitahu apa yang baru saja terjadi . Jaya tidak akan membiarkan adik teman dekatnya berpacaran dengan musuh bian .
**
Jaya Tampak Tergesa - Gesa Berlari Menuju Kelas . Sampainya Didalam Kelas Dia Langsung Menghampiri Bian Yang Sedang Duduk Diatas Meja Sambil Bercanda Dengan Teman-Temannya . Kebetulan Keadaan Kelas Pada Saat Itu Sedang Tidak Ada Guru .
" Eh Bian ! " Kata Jaya Mendekati Bian .
" Kenapa Jay ? Serius Amat Kayaknya ? " Tanya Bian Penasaran.
" Gawat Bian Gawat ! " Nafas Jaya Sedikit Terengah Sambil Membenarkan Kacamatanya .
" Gawat Banget Ga ? " Ledek Bian .
" Tau nih Gawat Apaan sih Palingan Juga Lo Habis Ditolak Sama Cewe Lagi Ya?" Ledek Saka Membuat Bian , Rafi Dan Deni Tertawa.
Jaya Memang Suka Ngedeketin Adik Kelas Dan Dirinya Selalu Menyampaikan Ketemen-Temennya Bahwa Ia Ditolak Karena Cewek - Cewek Yang Dia Deketin Gak suka Karena Jaya Matanya Minus Sehingga Ia Menggunakan Kacamata Yang Tebal , Biar Begitu Sebenarnya Jaya Lumayan Tampan Hanya Saja Jaya Terkenal Paling Pikun Dintara Teman -Temannya, Namun Kali Ini Bukan Itu Yang Ingin Ia Sampaikan .
" Ck , Bian Gue Serius ! " Jaya berusaha terlihat serius meskipun teman – temannya menganggapnya hanya sedang bercanda saja .
" Serius - Serius Amat ! Karena Sekarang Mood Gue Lagi Bagus ! Jadi , gue akan Traktir Lo Berempat Makan Sepuasnya Dikantin ! " Kata Bian Seraya Turun Dari Meja .
Mendengar bian mood nya sedang baik , akhirnya jaya memutuskan untuk mengurungkan niat nya memberi tahu apa yang baru saja dirinya lihat antara faelyn dan reyfan .
" Udah Ayo , Lo Curhatnya Nanti Aja lah ! " Tegas Bian Sekali Lagi " Ayo Kita Ke Kantin , Betah Banget Lo Pada Dikelas ! " Kata Bian Seraya Berjalan Keluar Kelas Diikutin Oleh Jaya , Saka , Deni Dan Rafi .
" Emang Tadi Lo Mau Ngomong Apaan Sama Bian Jay ? " Tanya Rafi Yang Berjalan Disamping Jaya .
" Gak Apa - Apa Gue .... Tadi Cuma Mau Cerita Kalo Gue Ditolak Lagi !" Bohong Jaya Dengan Canggung .
" Halah , Gue Kira Gawat Apaan ! " Deni Menoyor Pelan Kepala Jaya .
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Keadaan Kelas 11 Ipa 2 Sunyi Sepi Bagai Tak Berpenghuni , Hari Ini Dikelas Mereka Pelajaran Agama Semua Murid Nampak Menyimak Pak Komar Menjelaskan Tentang Hadist .
" Sst, Fae ! " Reyfan Menarik Pelan Rambut Faelyn Membuat gadis itu Menoreh Kearah belakang melihat reyfan .
" Apa ? " Tanyanya Bingung " Nanti Aja Ngomongnya Ini Lagi Belajar ! "
Reyfan Menaikan Satu Alisnya " Emang Kamu Ngerti ?"
" Gak Ngerti ! Justru itu kenapa Aku Lagi dengerin Biar Ngerti ! " Ucap Faelyn Yang Kemudian Membenarkan Posisinya Duduk Menghadap Kedepan .
" Fae , Mending Ke Kantin Aja Yuk Mau gak ? " Ucap Reyfan Lagi Sambil Menarik Rambut Faelyn .
Faelyn Menoreh Kebelakang " Nanti Aja , Aku Takut Kena Omel ! "
" Udah Ayo Ga akan Kena Omelan Deh ! "
" Gak mau ! " Tolak faelyn tapi reyfan tetap memaksa .
" Ayo Faelyn ! "
" Gak ! "
" Ayo fae ! "
" Enggak Mau Reyfan ! " Ucap Faelyn Cukup Keras tak sengaja Membuat Pandangan Pak Komar Tertuju Kearah Sumber Suara .
" ADA APA INI KALIAN BERDUA ? " Pak Komar Berdiri Dari Duduknya .
" Um...Anu Pak ! " Faelyn Terlihat Gugup .
Reyfan Menepuk Jidatnya ' Bodoh Bener Ini Cewek ! '
" Apa ? Anu Apa? " Bentak Pak Komar semakin membuat faelyn ketakutan.
" Anu Pak ... " Belum Sempat Faelyn Bicara Refyan Langsung Memotong Pembicaraannya .
" Maaf Pak Tadi Kami Berdua Ngobrol ! " Ucap Reyfan Dan Pak Komar Menyimak.
" Habis Males Dengerin Bapak Ngajar !" Lanjut Reyfan Polos Tanpa Berdosa Membuat Faelyn heran menatapnya Sekaligus Kesal . Betapa Bodohnya Reyfan Bicara Seperti Itu .
" Apa Kamu Bilang ? " Pak Komar Mulai Terlihat Kesal .
" Terus Bapak Mau Tau Ga Tadi Kami Berdua Ngomongin Apa ?" Lanjut Reyfan.
" Apa ? " Tanya Pak komar .
" Tadi Kami Ngomongin Bapak ! " Kata Reyfan Serius.
" Iya Bapak Tau , Tapi Apa Yang Kalian Berdua Omongin ! " Pak Komar Semakin Jengkel .
" Reyfan Lo Apaan sih ? Lu Kenapa Jadi Banyak Omong ? Biasanya Irit Ngomong ? " Ucap Arman Pelan Tapi reyfan dapat mendengarnya .
Arman menggeleng tak mengerti melihat sikap reyfan semakin hari semakin menunjukkan perubahan seperti bukan reyfan yang biasanya .
" Bapak Beneran Mau Tau ? " Lanjut reyfan semakin membuat pak komar penasaran .
Tatapan Faelyn Bingung , Apa Yang Selanjutnya Akan Dikatakan Oleh Reyfan . Menurutnya Akan Lebih Baik Jika Reyfan Diam Tidak Perlu Banyak Bicara Karena Akan Membuatnya Dihukum . Lebih Tepatnya Membuat Mereka Berdua Dihukum.
" Apa Reyfan Cepat Katakan ! " Pak Komar Semakin tak sabar .
" Tadi Faelyn Bilang Dia Gangerti Pelajaran Bapak , Saya Bilang Saya Juga Gak Ngerti ! Habis Itu Kami Berdua Sepakat Mengambil Kesimpulan Bahwa Bapak Tidak Pandai Menjadi Guru ! " Ucap Reyfan Diselingi Senyuman . Senyuman Tak Berdosa.
Sedangkan Faelyn Terlihat Shock Dan Bingung Padahal Dirinya Sama Sekali Tidak Membicarakan Pak Komar.
" Apa ! Kurang Ajar Kalian Berdua Bilang Bapak Tidak Pandai ! " Teriak Pak Komar , Kali Ini Amarahnya Sudah Tidak Dapat Ditahan.
" Pak Saya Gak Ngomong Git---" Belum Selesai Faelyn Bicara Pak Komar Membentaknya.
" Diam Kamu Faelyn ! Sekarang Kalian Berdua Saya Hukum Tidak Boleh Mengikuti Pelajaran Bapak ! " Tegas pak komar .
" Tapi Pak Saya Masih Mau Belajar , Saya minta maaf Pak izinkan saya tetap ikut pelajaran ini ! " Pinta Faelyn Namun Tidak Digubris .
" Cepat Keluar Kalian Berdua ! " Amarah pak komar sudah tak tertahankan.
" Siap Pak ! " Dengan Senang Hati Reyfan Beranjak Keluar Kelas tanpa rasa takut dan bersalah .
" Ayo Fae ! " Ajak Reyfan " Udah Gausah Bantah Pak Komar , Nanti Dibacain Ayat Suci Baru Tau Rasa Kamu Kejang – Kejang ! " Ledek reyfan yang masih sempat – sempatnya untuk bercanda .
Faelyn Mendengus Kesal " Ini Semua Gara - Gara Kamu Rey—" Ucapnya Kesal.
" Udah Sanah Faelyn , Nanti Pak Komar Malah Tambah Marah ! " Ucap Fani agar faelyn segera menuruti perintah untuk keluar kelas.
" Iya - Iya , " Faelyn Bangun Dari Duduknya Dan Berjalan Bersama Reyfan Keluar Kelas .
" Bapak Saya Seneng Loh Dihukum Keluar Kelas ! " Kata Reyfan Saat Melewati Pak Komar , Tapi Pak Komar Hanya Diam Saja .
" Saya Keluar Kelas Dulu Ya Pak ! Jangan Kangen !" Ucap Reyfan Lagi Alhasil Mendapat Tatapan Tajam Dari Pak Komar.
"Ck , Reyfan Ayo Ih ! " Terlihat Wajah Faelyn Yang Sangat Kesal Dengan Tingkah Reyfan .
" Iya – iya ! "
**
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LOVE NYA UNTUK MENSUPORT :)
NEXT -------->