BAB 7

2388 Kata
Kelas Masih Terlihat Sepi , Hanya Beberapa Murid Saja Yang Baru Datang. Merasa Bete , Faelyn Memilih Untuk Memainkan Ponselnya Sambil Melihat Notif Dan Berharap Ada Pesan Masuk Dari Reyfan tapi nyata nya tidak ada.     " Sama Sekali Gak ada Pesan Dari Reyfan ! Sedih Banget Sih Jadi Gue ! " Ucapnya , Lalu Faelyn Menenggelamkan Wajahnya Dilipatan Kedua Tangannya.     Setelah Beberapa Menit Faelyn Menenggelamkan Wajahnya , Ia Merasakan Ada Seseorang Yang Mengusap kepalanya , Membuat Dirinya Mengangkat Wajahnya .     " Reyfan ? " Kata Faelyn Heran.     " Pagi ? " Sapa Reyfan Disertai Senyuman , Faelyn Yang Mendapati Senyuman Itu Merasakan Sensasi Yang Aneh Didalam Hatinya.     " Pagi Juga . Tumben Kamu Udah Dateng Pagi - Pagi Begini ? " Tanya Faelyn Keheranan .     " Iya dong , Kan Mau Ketemu Kamu ! " Jawab Reyfan Dengan Manis .     ' Ini Mimpi Gak Sih ? ' Fikir Faelyn , Pipinya Memerah Seperti Tomat . Sekarang Faelyn Terlihat Gugup .     ' Sumpah Gue Males Banget Ngegombalin Ini Anak ! ' Gerutu Reyfan Dalam Hati .     " Loh Rey , Itu Bibir Kamu Kenapa ? " Tanya Faelyn Panik Setelah Melihat Luka Memar Di Bibir Reyfan , Tangan Faelyn Menyentuh Sudut Bibir Reyfan.     " Aduh, Sakit Fae ! " Reyfan Meringis Saat Jari Faelyn Sedikit Menekan Bibirnya .     " Maaf ! Rey Itu Masih Keluar Darah . Aku Obatin Yuk Ke Uks ? " Faelyn Bangun Dari Duduknya Dan Langsung Menarik Tangan Reyfan Agar Ikut Dengannya Ke UKS .     " Fae , Aku Gak Mau ! " Tolak Reyfan Namun Faelyn Tetap bersikukuh memaksa lelaki itu untuk segera ikut .     " Enggak ! Pokoknya Harus Diobatin Nanti Infeksi gimana ?  " Paksa Faelyn Sambil Menarik Tangan Reyfan Menuju Ruang UKS .     ' ini Cewe Sumpah , Ribet Banget ! ' Batin Reyfan , akhirnya ia  Terpaksa Menurutin Permintaan Faelyn Agar Hubungannya Semakin Dekat Dan Rencananya Berjalan Lancar.     Sampainya Diruang Uks , Reyfan Duduk Dibangku Sedangkan Faelyn Mengambil Kotak P3K .     " Aku Obatin Ya Rey ? Maaf Kalo Agak Sakit ! " Ungkapnya . Faelyn Pun Duduk Disamping Reyfan Sambil Mengompres Luka di sudut bibir reyfan .     " Aw Sakit Pelan - Pelan Dong ! " Ucap Reyfan sedikit bernada tinggi Membuat Faelyn Berhenti Mengompres Karena Terkaget .     Reyfan Menghela Nafasnya kasar menyesal telah sedikit membentak faelyn seperti tadi  " Maaf ?  " Kata Itu Terlontar Dari Mulut Reyfan Dengan Lembut .      Faelyn Yang Berada Disampingnya Melanjutkan Untuk Mengompres Kembali Luka Reyfan .       " Lagian Kamu Kenapa Sih Sampe Memar Kayak Gini Rey ? Pasti kamu habis Berantem Ya ? " Tanya faelyn , tangannya terus saja bergerak mengompres luka memar reyfan .     " Iya , " Singkat reyfan .     " Berantem Sama Siapa ? satu sekolahan sama kita ? " Tanya faelyn lagi yang semakin penasaran .     " Iya faelyn ! Bawel banget sih ! Udah Selesai Belum diobatin nya ? " Tanya Reyfan Tak Sabar.     " Udah Kok ! “ Faelyn menghentikan aktivitasnya , ia beralih menatap reyfan.       “ aku tuh bukan bawel , reyfan ! Cuma Penasaran Aja siapa sih yang udah bikin kamu kayak gini !  Songong Banget Sih Itu Orang ! " Kata Faelyn Menggedikan Bahunya.     Reyfan Menoreh Ke Faelyn " Iya Emang . Yang Mukul Aku Ini Gak Punya Perasaan Dan Songong ! " Sahut Reyfan Dengan penuh penekanan .     " Emang Namanya Siapa Sih ? Rasanya Aku Pengen balas perbuatan dia yang udah pukul dan Bikin Kamu Kayak Gini ! " Ucap Faelyn Lagi Sambil Membenarkan Duduknya Agar Saling Berhadapan Dengan Reyfan .     " Emang kamu berani pukul musuh aku ? " Tanya Reyfan Mengernyitkan Dahinya.         " Berani Lah , Dia Kan Udah Macem - Macem Sama Kamu ! Enak Aja Dia Pukul pacar aku sampai kayak gini ! " Kata Faelyn Dengan Wajah Polosnya Membuat Reyfan Tertawa .     " apa Kamu akan Ngelakuin Apa pun demi aku ? Dan juga Nurut Sama Aku ?" Tanya Reyfan Meyakinkan .     Faelyn Menatapnya Dalam-Dalam " Of Course ! " Senyumnya Mengembang.     " Pacar Siapa Sih Ini Pemberani Banget ! " Kata Reyfan Sambil Mencolek Dagu Faelyn .     " Pacar Kamu Lah ! " Jawab Faelyn penuh semangat , Tangannya Meninju Pelan d**a Reyfan.       " Sinih Peluk ,  " Reyfan Merangkul Tubuh Faelyn Kedalam Pelukannya .     " Makasih Ya Udah Mau obatin luka aku ! " Ucap Reyfan , Tangannya Mengusap Pucuk Kepala Faelyn Dengan Lembut .     " Sama - Sama Rey ! "     ' Jantung Gue Kenapa Enggak Bisa Diajak Kompromi Sih ? Ini Kan Cuma Pura - Pura ! Jangan Deg - Degan Gini Dong ! ' Gumam Reyfan Dalam Hati .     " Oh Iya Rey . Kok bisa kebetulan kayak gini ya ? kamu sama kakak aku luka – luka kayak gini ?  " Tanya Faelyn Yang Masih Dalam Pelukan Reyfan .     “ maksud nya ? “ tanya reyfan tak mengerti .     “ iya kakak aku juga kayaknya habis berantem ! Cuma beda nya dia hidung nya yang berdarah ! “ Terang Faelyn namun reyfan tersenyum tipis mendengar bian juga terluka , ia tahu bahwa luka itu adalah hasil dari pukulannya semalam .     " Bagus Dong Kalo Hidung Dia Berdarah ! " Ucapan Yang Baru Saja Terlontar Dari Mulut Reyfan Membuat Faelyn Melepaskan Pelukannya .     " Maksud Kamu Rey ?" Faelyn Menatap Reyfan Keheranan .     'Sial Keceplosan ! ' Reyfan menyesal telah berkata asal seperti tadi .     " Enggak Aku Salah Ngomong Tadi ! Maaf Ya ! " Reyfan Sendiri Tidak Sadar Apa Yang Baru Saja Diucapkannya , Ia Juga Terkaget Saat Ucapan Itu Keluar Begitu Saja Dari Mulutnya .     " Jangan......Jangan ...." Kata Faelyn Sambil Menyipitkan Matanya Menatap Reyfan.     " Jangan - Jangan Kenapa ?" Reyfan Penasaran Dengan Perkataan Yang Belum Dilanjutkan Faelyn .     "Jangan - Jangan Yang Mukul Kaka Aku Itu ---" Faelyn semakin menatap reyfan curiga .     " Siapa ? " Tanya Reyfan Panik , Ia Berharap Rahasianya Tidak Terbongkar Dulu Sebelum Ia Berhasil Membalaskan Dendamnya Kepada Bian . Didalam Hati , Reyfan Berdoa Agar Faelyn Tidak Tahu Siapa Yang Memukul Hidung Kakaknya.     " Aku Tau , Rey ! " Faelyn Bangkit Dari Duduknya .     " Pasti Yang Mukul Kaka Aku Itu Orang Yang Juga Mukul Kamu ? Iya Kan ? Bener Kan ? Bener Ga?" Cerocos Faelyn , Sedangkan Reyfan Menghela Nafasnya setelah mendengar ucapan faelyn yang ternyata tebakan gadis itu salah.     " Ya Enggak Lah Fae ! Udah Ah Ayo Kita Ke Kelas ! Sebentar Lagi Bel Masuk! “ Ucap reyfan .     “ Kalo Kelamaan Berduaan Disini Sama Kamu Aku Takut Gakuat ! " Tambah Reyfan Sambil Menarik Tangan Faelyn Keluar Uks .     " Takut Gakuat ? Maksudnya ? " Faelyn Masih Memikirkan Ucapan Yang Baru Saja Reyfan Katakan .     " Ya Kamu fikir Aja Sendiri ! " Singkat Reyfan membiarkan gadis itu mencari tahu jawabannya sendiri .     " Kok Aku Yang Suruh berfikir ? " Tanya faelyn bingung .     Reyfan Menghentikan Langkahnya " Kalo Kita Berduaan terus Ada Setan Lewat Gimana ? “ Reyfan mencoba menjelaskan .     " Emang Kenapa ? " Tanya Faelyn Yang Masih Tak Mengerti.     " Kalo Setannya Suruh Aku Nyium Kamu Gimana ?" Ledek Reyfan Di Tengah Koridor Sekolah .     " Yaudah Cium Aja Nih Kalo Berani ?" Tantang Faelyn Sambil Menyodorkan Pipinya .     " Wah Nantangin ! " Tanpa Banyak Bicara Lagi Reyfan Langsung Mencium Pipi Kanan Dan Kiri Faelyn sekilas . Hal itu membuat jantung faelyn hampir saja berhenti berfungsi .     " Berani Kan ? " Ucap Reyfan Dengan Kedua Alisnya Yang Naik Turun Sambil Tertawa .     " Ih Kamu Mah cium Beneran !  Tadi kan aku Cuman Bercanda ! " seru Faelyn Yang Juga Ikut Tertawa.     Reyfan Masih Tetap Tertawa " Lagian Sih Nantangin ! Udah Ayo Ke Kelas !" Katanya , Kemudian Menuntun Tangan Faelyn .     Ternyata sejak tadi disisi lain ada seseorang yang memantau mereka berdua bahkan melihat apa yang baru saja terjadi .     " Gila Sumpah Gila ! Ini Gue Enggak Mimpi kan ?  " Ucap Jaya yang tak lain adalah Teman Dekatnya Bian . Sejak Tadi jaya Memperhatikan Faelyn Dan Reyfan Yang Berduaan Di Koridor .     " Reyfan Nyium Faelyn ? Wah Parah , Gue Harus Kasih Tau Bian ! Ini Gak Bisa Dibiarin ! " Jaya Segera Pergi menuju kelas Menghampiri Bian untuk memberitahu apa yang baru saja terjadi . Jaya tidak akan membiarkan adik teman dekatnya berpacaran dengan musuh bian .       **     Jaya Tampak Tergesa - Gesa Berlari Menuju Kelas . Sampainya Didalam Kelas Dia Langsung Menghampiri Bian Yang Sedang Duduk Diatas Meja Sambil Bercanda Dengan Teman-Temannya . Kebetulan Keadaan Kelas Pada Saat Itu Sedang Tidak Ada Guru .     " Eh Bian ! " Kata Jaya Mendekati Bian .       " Kenapa Jay ? Serius Amat Kayaknya ? " Tanya Bian Penasaran.     " Gawat Bian Gawat ! " Nafas Jaya Sedikit Terengah Sambil Membenarkan Kacamatanya .     " Gawat Banget Ga ? " Ledek Bian .     " Tau nih Gawat Apaan sih Palingan Juga Lo Habis Ditolak Sama Cewe Lagi Ya?" Ledek Saka Membuat Bian , Rafi Dan Deni Tertawa.     Jaya Memang Suka Ngedeketin Adik Kelas Dan Dirinya Selalu Menyampaikan Ketemen-Temennya Bahwa Ia Ditolak Karena Cewek - Cewek Yang Dia Deketin Gak suka Karena Jaya Matanya Minus Sehingga Ia Menggunakan Kacamata Yang Tebal , Biar Begitu Sebenarnya Jaya Lumayan Tampan Hanya Saja Jaya Terkenal Paling Pikun Dintara Teman -Temannya, Namun Kali Ini Bukan Itu Yang Ingin Ia Sampaikan .     " Ck , Bian Gue Serius ! " Jaya berusaha terlihat serius meskipun teman – temannya menganggapnya hanya sedang bercanda saja .     " Serius - Serius Amat ! Karena Sekarang Mood Gue Lagi Bagus ! Jadi , gue akan Traktir Lo Berempat Makan Sepuasnya Dikantin ! " Kata Bian Seraya Turun Dari Meja .     Mendengar bian mood nya sedang baik , akhirnya jaya memutuskan untuk mengurungkan niat nya memberi tahu apa yang baru saja dirinya lihat antara faelyn dan reyfan .     " Udah Ayo , Lo Curhatnya Nanti Aja lah ! " Tegas Bian Sekali Lagi " Ayo Kita Ke Kantin , Betah Banget Lo Pada Dikelas ! " Kata Bian Seraya Berjalan Keluar Kelas Diikutin Oleh Jaya , Saka , Deni Dan Rafi .     " Emang Tadi Lo Mau Ngomong Apaan Sama Bian Jay ? " Tanya Rafi Yang Berjalan Disamping Jaya .     " Gak Apa - Apa Gue .... Tadi Cuma Mau Cerita Kalo Gue Ditolak Lagi !" Bohong Jaya Dengan Canggung .     " Halah , Gue Kira Gawat Apaan ! " Deni Menoyor Pelan Kepala Jaya .       ••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••       Keadaan Kelas 11 Ipa 2 Sunyi Sepi Bagai Tak Berpenghuni , Hari Ini Dikelas Mereka Pelajaran Agama Semua Murid Nampak Menyimak Pak Komar Menjelaskan Tentang Hadist .     " Sst, Fae !  " Reyfan Menarik Pelan Rambut Faelyn Membuat gadis itu Menoreh Kearah belakang melihat reyfan .     " Apa ? " Tanyanya Bingung " Nanti Aja Ngomongnya Ini Lagi Belajar ! "     Reyfan Menaikan Satu Alisnya " Emang Kamu Ngerti ?"     " Gak Ngerti ! Justru itu kenapa Aku Lagi dengerin Biar Ngerti ! " Ucap Faelyn Yang Kemudian Membenarkan Posisinya Duduk Menghadap Kedepan .     " Fae , Mending Ke Kantin Aja Yuk Mau gak ?  " Ucap Reyfan Lagi Sambil Menarik Rambut Faelyn .     Faelyn Menoreh Kebelakang " Nanti Aja , Aku Takut Kena Omel ! "     " Udah Ayo Ga akan Kena Omelan Deh ! "     " Gak mau ! " Tolak faelyn tapi reyfan tetap memaksa .     " Ayo Faelyn ! "     " Gak ! "     " Ayo fae ! "       " Enggak Mau Reyfan ! " Ucap Faelyn Cukup Keras tak sengaja Membuat Pandangan Pak Komar Tertuju Kearah Sumber Suara .     " ADA APA INI KALIAN BERDUA ? " Pak Komar Berdiri Dari Duduknya .     " Um...Anu Pak ! " Faelyn Terlihat Gugup .     Reyfan Menepuk Jidatnya  ' Bodoh Bener Ini Cewek ! '     " Apa ? Anu Apa? " Bentak Pak Komar semakin membuat faelyn ketakutan.     " Anu Pak ... " Belum Sempat Faelyn Bicara Refyan Langsung Memotong Pembicaraannya .     " Maaf Pak Tadi Kami Berdua Ngobrol ! " Ucap Reyfan Dan Pak Komar Menyimak.     " Habis Males Dengerin Bapak Ngajar !" Lanjut Reyfan Polos Tanpa Berdosa Membuat Faelyn heran menatapnya Sekaligus Kesal . Betapa Bodohnya Reyfan Bicara Seperti Itu .     " Apa Kamu Bilang ? " Pak Komar Mulai Terlihat Kesal .     " Terus Bapak Mau Tau Ga Tadi Kami Berdua Ngomongin Apa ?" Lanjut Reyfan.     " Apa ? " Tanya Pak komar .     " Tadi Kami Ngomongin Bapak ! " Kata Reyfan Serius.     " Iya Bapak Tau , Tapi Apa Yang Kalian Berdua Omongin ! " Pak Komar Semakin Jengkel .     " Reyfan Lo Apaan sih ? Lu Kenapa Jadi Banyak Omong ? Biasanya Irit Ngomong ? " Ucap Arman Pelan Tapi reyfan dapat mendengarnya .     Arman menggeleng tak mengerti melihat sikap reyfan semakin hari semakin menunjukkan perubahan seperti bukan reyfan yang biasanya .     " Bapak Beneran Mau Tau ? " Lanjut reyfan semakin membuat pak komar penasaran .       Tatapan Faelyn Bingung , Apa Yang Selanjutnya Akan Dikatakan Oleh Reyfan . Menurutnya Akan Lebih Baik Jika Reyfan Diam Tidak Perlu Banyak Bicara Karena Akan Membuatnya Dihukum . Lebih Tepatnya Membuat Mereka Berdua Dihukum.     " Apa Reyfan Cepat Katakan ! " Pak Komar Semakin tak sabar .     " Tadi Faelyn Bilang Dia Gangerti Pelajaran Bapak , Saya Bilang Saya Juga Gak Ngerti ! Habis Itu Kami Berdua Sepakat Mengambil Kesimpulan Bahwa Bapak Tidak Pandai Menjadi Guru ! " Ucap Reyfan Diselingi Senyuman . Senyuman Tak Berdosa.  Sedangkan Faelyn Terlihat Shock Dan Bingung Padahal Dirinya Sama Sekali Tidak Membicarakan Pak Komar.     " Apa ! Kurang Ajar Kalian Berdua Bilang Bapak Tidak Pandai ! " Teriak Pak Komar , Kali Ini Amarahnya Sudah Tidak Dapat Ditahan.       " Pak Saya Gak Ngomong Git---" Belum Selesai Faelyn Bicara Pak Komar Membentaknya.     " Diam Kamu Faelyn ! Sekarang Kalian Berdua Saya Hukum Tidak Boleh Mengikuti Pelajaran Bapak ! " Tegas pak komar .     " Tapi Pak Saya Masih Mau Belajar , Saya minta maaf Pak izinkan saya tetap ikut pelajaran ini ! " Pinta Faelyn Namun Tidak Digubris .     " Cepat Keluar Kalian Berdua ! " Amarah pak komar sudah tak tertahankan.     " Siap Pak ! " Dengan Senang Hati Reyfan Beranjak Keluar Kelas tanpa rasa takut dan bersalah .     " Ayo Fae ! " Ajak Reyfan " Udah Gausah Bantah Pak Komar , Nanti Dibacain Ayat Suci Baru Tau Rasa Kamu Kejang – Kejang ! " Ledek reyfan yang masih sempat – sempatnya untuk bercanda .     Faelyn Mendengus Kesal " Ini Semua Gara - Gara Kamu Rey—" Ucapnya Kesal.     " Udah Sanah Faelyn , Nanti Pak Komar Malah Tambah Marah ! " Ucap Fani agar faelyn segera menuruti perintah untuk keluar kelas.     " Iya - Iya , " Faelyn Bangun Dari Duduknya Dan Berjalan Bersama Reyfan Keluar Kelas .     " Bapak Saya Seneng Loh Dihukum Keluar Kelas ! " Kata Reyfan Saat Melewati Pak Komar , Tapi Pak Komar Hanya Diam Saja .     " Saya Keluar Kelas Dulu Ya Pak ! Jangan Kangen !" Ucap Reyfan Lagi Alhasil Mendapat Tatapan Tajam Dari Pak Komar.     "Ck , Reyfan Ayo Ih ! " Terlihat Wajah Faelyn Yang Sangat Kesal Dengan Tingkah Reyfan .     " Iya – iya ! "       ** JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LOVE NYA UNTUK MENSUPORT :)   NEXT -------->
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN