Faelyn Berjalan Memasuki Rumahnya Dengan Rasa Khawatir Karena Takut Diomelin Orang Tuanya Dan Juga Kakanya Kerana Pulang Telat Hingga Malam . Saat Faelyn Berjalan Melewati Ruang Keluarga , Terlihatlah Mamah Nya Yang Sedang Duduk Dan Langsung Berdiri Saat Melihat Faelyn Yang Baru Saja Muncul Dihadapannya .
Faelyn Menggigit Bibir Bawahnya Menahan Kepanikannya " Mampus Deh Nih Gue . Habis Lo Fae . . .Habis Lo Kena Omel ! " Gerutunya Dalam Hati .
Ishycha Bertelak Pinggang Menatap Tajam Kearah Faelyn " Kemana Aja Kamu Pulang Sekolah Dari Siang Sampai Jam Segini Baru Sampai Rumah?“
Faelyn Terkekeh Pelan " Habis Dari Rumah Temen ! "
Ishycha Berjalan Mendekati Faelyn " Bagus Ya , Kamu Ini Anak Perempuan Mamah Satu – Satunya ! Kalo Kenapa-Kenapa Gimana ? " Kata Ishycha Tegas Membuat Faelyn Menundukkan Kepalanya.
" Telefon Gak Diangkat ! Sms Enggak Dibales ? Bikin Orang Tua Panik!” Omel Ishycha .
“ Kasian Tuh Bian Nyariin Kerumah Temen - Temen Kamu ! Untung Papah Kamu Belum Pulang ! Kalau Tahu Dia Pasti Marah ! " Terus Ishycha Dengan Nada Sedikit Membentak .
" Maafin Faelyn Mah ! Faelyn Janji Gak Akan Ngulangin Lagi ! Tadi Aku Main Kerumah Temen Baru Ku Mah, Keasikan Ngobrol Sampe Lupa Waktu !“ Terang Faelyn , Ia Jadi Merasa Sangat Bersalah .
“ Hp Aku Juga Tadi Mati Total Mah ,Terus Pas Pulang Kejebak Macet !"Jelas Faelyn Dengan Pala Yang Masih Tertunduk .
Ishycha Yang Melihat Anaknya Terus Saja Menunduk , Dia Faham Bahwa Faelyn Ketakutan Dan Sudah Menyesali Perbuatannya .
" Yaudah Kalo Gitu Mamah Maafin ! " Ucapnya Sambil Mengusap Kepala Faelyn " Kalo Gitu Sekarang Kamu Istirahat Dulu Sanah Abis Itu Mandi Dan Makan ! " Ucap Ishycha Dengan Lembut.
Faelyn Mendongakan Kepalanya Menatap Ishycha " Makasih Ya Mah Udah Mau Maafin Faelyn ! " Katanya Disertai Senyuman Dan Ishycha Pun Mengangguk .
Faelyn Segera Berjalan Menuju Kamarnya . Saat Sudah Masuk Kedalam Kamarnya , Betapa Terkejutnya Faelyn Melihat Bian Sedang Duduk Diatas Kasurnya . Lelaki Itu Kini Menatapnya Dengan Tajam Sambil Menggelengkan Kepalanya .
" Aduh !Sama Mama Udah Lolos , Sekarang Yang Ini ! " Keluhnya Dalam Hati.
Faelyn Menghela Nafas Panjang Sambil Berjalan Menghampiri Bian , Dia Sudah Siap Untuk Di Ceramahi Oleh Kakak nya Itu .
Faelyn Berusaha Tidak Menunjukkan Rasa Paniknya " Eh Kak Bian , Ngapain Dikamar Gue . Tumben Nih ! " Ucap Faelyn Sambil Meletakan Tasnya Diatas Meja Belajar .
Bian Terbangun Dari Duduknya " Dari Mana Lo ? Jam Segini Baru Pulang !" Ucap Bian Ketus .
Faelyn Tersenyum Tipis " Abis Main Kerumah Temen Kak ! "
"Gue Disini Khawatir Mikirin Lo ! Nyari Lo Kesana - Kesini Dan... Lo ? Asik Main ? " Kata Bian Dengan Penuh Kecewa .
" Ya... Maaf Kak . Iya Gue Tau Gue Salah ! " Kata Faelyn Sambil Berjalan Mendekati Bian . Mereka Kini Saling Berhadapan .
" Seenggaknya Lo Kabarin Gue Dulu ? Pulang Sekolah Nyelonong Aja Keluyuran ! Parah Sumpah ! " Ucap Bian Lagi . Tanpa Banyak Bicara Lagi Faelyn Langsung Memeluk Tubuh Bidang Kakaknya Itu .
" Maafin Gue Kak Udah Bikin Lo Khawatir Dan Bikin Lo Cape Nyari Gue Kesana - Kesini ! Lain Kali Kalo Mau Kemana - Mana Gue Janji Akan Ngabarin Lo Dulu Kak , Beneran Deh ! " Ucap Faelyn Dalam Pelukan Bian .
Bian Mengurungkan Niatnya Untuk Memarahi Faelyn Lebih Lanjut . Hatinya Luluh Saat Faelyn Meminta Maaf Sambil Memeluknya , Meskipun Sebenarnya Dia Kecewa .
" Yaudah Iya , Gue Maafin ! " Kata Bian Sambil Membalas Pelukan Faelyn . Tentu Saja Bian Tidak Bisa Marah Terlalu Lama Dengan Adik Kesayangan nya Itu.
Faelyn Mendongakan Kepalanya Menatap Bian Yang Sedikit Lebih Tinggi Darinya " Beneran Kak Bian Udah Maafin Faelyn ? "
" Iya , "
" Serius Nih ? "
" Hmm , "
" Lo Jangan Marah Lagi Ya Sama Gue , Ka ? " Faelyn Terus Saja Bicara Seperti Menjadi Kebiasaannya Yang Sedikit Cerewet .
" Iya....Faelyn .....Iya ! Bawel Banget Sih ! " Balas Bian Geregetan .
" Udah Sanah Lo Mandi , Bau Tau Gak ! " Ledek Bian Seraya Melepaskan Pelukan Faelyn .
" Eh , Enak Aja ! Biar Pun Belom Mandi Gue Masih Tetep Wangi Dan Cantik Kali ! " Seru Faelyn Sambil Mengibaskan Rambutnya .
" Iyadeh Terserah Lo , Udah Cepet Mandi ! Gue Kebawah Dulu Ngambilin Lo Makanan ! Gue Tau Pasti Lo Laper Kan ? " Ucap Bian Sambil Melangkah Keluar Kamar . Dia Selalu Saja Perhatian Dengan Faelyn .
Faelyn Mengernyitkan Dahinya " Kok Lo Tau Kak Gue Laper ? "
" Tau Lah , Tadi Pas Lo Meluk Gue , Perut Lo Bunyi ! Cacing Lo Pada Dugem Diperut ! " Ucap Bian Sebelum Akhirnya Menutup Pintu Kamar .
" Tau Aja Kak Bian ! " Katanya Disertai Senyuman .
Setelah Faelyn Selesai Mandi , Ia Langsung Memakan Lauk Yang Dibawakan Bian .
" Habisin Dek ! " Kata Bian Seraya Memperhatikan Faelyn Yang Makan Dengan Lahap .
" Kok Lo Kaga Makan ? " Tanya Faelyn .
" Udah Kok Tadi ! " Jawab Bian .
Drt....Drt......
Ponsel Faelyn Yang Sedang Di Charger Diatas Meja Bergetar . Bian Yang Mendengar Ponsel Faelyn Berbunyi Langsung Mencabut Dan Memberikan Ponselnya Ke Faelyn .
" Faelyn Ponsel Lo Getar Nih Ada Pesan Kayaknya ! " Katanya Sambil Menyodorkan Kearah Faelyn.
Faelyn Segera Mengambil Ponselnya Dan Meletakan Piring Makanan Diatas Kasur , Ia Segera Mengecek Pesan Yang Masuk .
Reyfan
Sayang ?
Faelyn Merasa Sangat Senang Saat Membaca Pesan Dari Reyfan , Ia Terlihat Senyam – Senyum Sendiri Dan Mulai Mengetik Balasan Pesan Untuk Reyfan. Membuat Bian Yang Berada Disampingnya Keheranan.
" Siapa Dek ? Kok Lo Senyam - Senyum Gitu ? " Tanya Bian Penasaran .
" Kepo Nih Kak Bian ! "Ucapnya Sambil Mengetik Pesan .
Faelyn
Iya Rey , Kamu Udah Sampe Rumah ?
" Wah Parah Gue Dikacangin ! " Ucap Bian Lagi Merasa Pertanyaannya Tidak Dijawab .
" Kak Bian Kepingin Tahu Banget Sih ! " Jawab Faelyn Memicingkan Matanya Menatap Bian .
" Iya Kan Gue Bingung Aja , Tumben Ada Yang Sms Lo ! Padahal Sebelumnya Kan Gak Pernah Ada Ha Ha ! " Ledek Bian Medapat Pukulan Dari Faelyn .
" Enak Aja Lo Kak ! "
Drt....Drt...
Ponsel Faelyn Kembali Bergetar , Dengan Cepat Ia Membaca Pesan Tersebut .
Reyfan
Aku Gak Dirumah , Ini Lagi Nongkrong .
Balas Reyfan Membuat Faelyn Mengerutkan Bibirnya Dan Mulai Mengetik Pesan .
Faelyn
Bukannya Langsung Pulang Aja Istirahat , Kok Malah Nongkrong .
Balas Faelyn , Bian Yang Disampingnya Dari Tadi Memperhatikan Perubahan Mimik Wajah Faelyn .
" Kok Sekarang Jadi Cemberut Kayak Gitu Dek ? " Tanya Bian Penasaran .
" Gak Apa - Apa Kak ! " Bohong Faelyn .
Drt…..Drt..... Kali Ini Ponsel Bian Yang Bergetar .
" Hallo , Bian Cepet Ketongkrongan Reyfan , Jadi Balapan Motor Ga ? " Ucap Jaya Disebrang Sanah , Teman Dekat Bian .
" Oh Iya - Iya Setengah Jam Lagi Gue Sampe Disana Oke ! " Ucap Bian Pelan Tapi Dapat Terdengar Faelyn.
" Siapa Kak Yang Telefon ?" Tanya Faelyn .
" Temen Kaka ! "Jawabnya Seraya Bangun Dari Duduknya " Oh Iya Dek , Gue Mau Pergi Nih . Lo Jangan Bilang - Bilang Mamah Ya ! " Kata Bian Menatap Faelyn Yang Masih Duduk Dikasur .
" Emang Lo Mau Kemana ? Gue Ikut Dong ! " Pinta Faelyn Bangun Dari Duduknya.
" Gak Boleh Dek ! Ini Urusan Laki – Laki ! " Katanya , Tanpa Banyak Bicara Lagi Bian Langsung Keluar Kamar Dengan Langkah Terburu-Buru .
Faelyn Mendengus Kesal " Urusan Laki-Laki ? Gaya Banget Sih Lo Ka ! " Teriak Faelyn Yang Mungkin Sudah Tidak Terdengar Lagi Oleh Bian .
Faelyn Kembali Melirik Ponselnya Yang Sedari Tadi Tidak Ada Notif Balasan Pesan Dari Reyfan . Dengan Perasaan Kecewa , Faelyn Menjatuhkan Tubuhnya Kasar Ke Kasur , Dengan Ponsel Yang Masih Tergenggam Ditangannya.
" Segitu Sibuknya Apa , Sampe Sms Gue Gak Dibales ! " Keluhnya Dengan Kesal . Terlalu Lama Menunggu Balasan Pesan Dari Reyfan Membuat Kantuk Menyerang Faelyn . Ia Tertidur .
Reyfan Duduk Diatas Motor Ninjanya Sambil Menatap Pesan Di Ponselnya Dengan Malas .
Faelyn
Bukannya Langsung Pulang Aja Istirahat , Kok Malah Nongkrong .
Reyfan Langsung Mematikan Ponselnya Dan Tidak Membalas Pesan Dari Faelyn .
" Lo Fikir Siapa Ngatur - Ngatur Gue ! " Ucapnya Dalam Hati Sambil Memasukan Ponselnya Kedalam Saku Jaket , Pandangan Reyfan Kemudian Beralih Kearah Jaya Temannya Bian .
" Eh Jay , Temen Lo Dimana ? Lama Banget ! Takut Dia Balapan Sama Gue Hm? " Kata Reyfan Sambil Mendongakan Dagunya .
" Yeh Jangan Sombong Dulu Dong Lo , Bian Lagi Otw Kemari ! Bentar Lagi Juga Sampe ! " Jawab Jaya Dengan Sewot .
Reyfan Tersenyum Miring " Gue Kira Dia Takut ! " Ucapnya Diselingi Tertawa.
Teman-Teman Bian Yang Berada Tidak Jauh Didekatnya Melihatnya Dengan Penuh Kekesalan , Begitu Pun Juga Dengan Teman-Teman Reyfan Yang Berada Disamping Nya . Mereka Saling Beratatapan Tajam Antara Teman-Teman Reyfan Dan Bian , Layaknya Kucing Dan Anjing .
Motor Ninja Hijau Melaju Kencang Dari Kejauhan Hingga Sampai Ditempat Reyfan Dan Yang Lainnya Menunggu .
" Sorry Gue Telat ! " Ucap Lelaki Yang Baru Saja Turun Dari Motor Ninja Hijau Itu Yang Tak Lain Adalah Bian .
Reyfan Yang Melihat Bian Sudah Datang Langsung Turun Dari Motornya Dan Menghampirinya .
" Lo Udah Siap Tanding Sama Gue ? " Tanya Reyfan Dengan Alisnya Yang Terangkat Satu , Membuat Bian Geram Menatap Wajahnya Itu .
Bian Menampilkan Senyum Nya " Harusnya Gue Yang Tanya ? Lo Yakin Mau Balapan Sama Gue Hm ? Gak Takut Kalah Lagi ? " Jawab Bian Dengan Sengit .
" Kalah ? Gue Gak Pernah Ya Kalah Balapan Motor Sama Lu ! " Ucap Reyfan Yang Tak Kalah Sengit .
" Ups , Iya Gue Lupa ! Lo Emang Gak Pernah Kalah Balapan Motor Sama Gue , Tapi Lo Pernah Kalah Dapetin Vio Waktu Itu Kan ? " Ledek Bian Sambil Tertawa " Vio Lebih Milih Berpindah Ke Gue Daripada Lo Saat Itu ?" Lanjutnya Lagi . Bian Dan Teman - Temannya Tertawa Terbahak-Bahak Membuat Reyfan Kehabisan Kesabaran Dan Langsung Menghantam Wajah Bian Yang Tepat Dihadapannya .
" b******k ! " Hantaman Keras Mendarat Tepat Di Hidung Bian Hingga Mengeluarkan Cairan Merah .
Bian Pun Tak Mau Kalah , Ia Juga Langsung Membalas Pukulan Ke Arah Bibir Reyfan Hingga Mengeluarkan Darah . Jaya , Deni , Rafi Dan Saka Segera Menghampiri Bian Untuk Membantunya , Begitupun Juga Dengan Arman , Kemal , Fian , Debo Yang Menarik Reyfan Yang Sudah Siap Menghantam Lagi Wajah Bian .
" Rey Udah Rey ! Kita Kan Kesini Tujuannya Mau Balapan Bukan Berantem !" Ucap Arman Sambil Menarik Tubuh Reyfan Jauh Dari Bian .
Bian Berjalan Ke Pinggir Trotoar Dan Duduk Disana Sambil Mengusap Darah Yang Keluar Dihidungnya Dengan Jempol Tangannya " Sial ! " Katanya Sambil Meringis Karena Hidungnya Terasa Sangat Sakit Dan Terlihat Memar.
" Kenapa Lo Pada Pisahin Gue Sih ! " Bentak Reyfan Sambil Menyingkirkan Tangan Teman-Temannya Yang Sedari Tadi Menahan Tangannya Untuk Memukul Bian . Emosinya Semakin Menjadi - Jadi Karena Tidak Bisa Melampiaskan Kekesalannya Kepada Bian Dengan Puas .
" Sorry Rey , Tapi Kan Kita Udah Janji Kesini Mau Balapan Bukan Berantem ! Lagian Lo Harusnya Jangan Terpancing Omongan Bian , Lo Tau Sendiri kan Mulut Dia Gimana ? “ Terang Kemal Mencoba Menasihati .
“ Yaudah Itu Bibir Lo Berdarah , Mendingan Sini Kita Obatin ! " Kata Fian Dengan Tegas, Tetapi Sepertinya Tidak Didengarkan Oleh Reyfan .
Tanpa Banyak Bicara Lagi Reyfan Langsung Naik Keatas Motornya Dan Melajukannya Dengan Kencang , Meninggalkan Teman-Temannya Yang Masih Berada Dilokasi .
" Yah Dia Malah Pergi ! " Ucap Debo Menatap Punggung Reyfan Yang Sudah Hampir Tak Terlihat .
" Udah Biarin Aja Dia Nenangin Diri Sendiri ! Lo Tau Reyfan Kan , Dia Itu Orangnya Gak Bisa Diatur Dan Gak Bisa Dibilangin ! Yaudah Lah Maklumin Aja !" Sahut Arman Dan Dilanjuti Anggukan Oleh Teman-Temannya.
Bian Yang Sedari Tadi Sibuk Membersihkan Darahnya Dibantu Oleh Teman -Temannya , Kini Ia Bangkit Dan Berjalan Mendekati Gerombolan Reyfan .
" Temen Lo Pengecut ! " Kata Bian Tersenyum Simpul " Langsung Kabur Gitu Aja ! Cemen Banget ! " Seru Bian Seraya Menggedikan Bahunya .
" Eh Lo Jangan Asal Ngomong Ya Bian ! " Teriak Debo Sambil Menunjuk Bian Dengan Jari Telunjuknya.
" Emang Bener Kan ? " Katanya Tertawa Sambil Berjalan Menjauh Dari Mereka .
" Ayo Kita Pulang Aja , Pengecutnya Udah Balik Duluan Jadi Gak Ada Gunanya Kita Disini ! " Ucap Bian Seraya Menaiki Motornya Dan Diikuti Teman-Temannya Yang Juga Naik Motor Masing-Masing .
Arman , Debo , Fian Dan Kemal Menatap Wajah Bian Yang Masih Diatas Motor Dengan Tatapan Sengit .
" Bye , Gue Balik Dulu Ya Anak Buahnya Pengecut ! Oh Iya Salamin Sama Bos Lo Itu Ya ! " Ejek Bian Sebelum Akhirnya Ia Melajukan Motor Nya Dengan Kecepatan Tinggi .
" Kurang Ajar Emang Itu Anak ! "
" Pantes Reyfan Selalu Emosi Kalo Denger Dia Ngomong ! "
" Mulutnya Minta Dicipok Emang Itu Anak ! " Celetuk Debo .
" Yaudah Ayo Kita Pulang ! " Ajak Arman Yang Sudah Terlihat Lelah .
**
Bian Membuka Pintu Rumahnya Dengan Sangat Hati-Hati Agar Tidak Terdengar Oleh Orang Rumah , Saat Dilihatnya Tidak Ada Siapa Pun Ia Mulai Berjalan Masuk Menuju Kamarnya Dengan Langkah Yang Nyaris Tak Terdengar . Diliriknya Jam Yang Menempel Dipergelangan Tangannya.
" Sudah Tengah Malam ! Pasti Udah Pada Tidur Nih ! " Ucap Bian , Lalu Ia Meneruskan Langkahnya Menuju Kamarnya .
Sebelum Sampai Kamarnya , Bian Berhenti Sebentar Didepan Kamar Faelyn.
"Dia Udah Tidur Belum Ya ?" Fikirnya Sejenak .
Bian Memutuskan Untuk Melihat Faelyn , Perlahan Ia Membuka Pintu Kamar Faelyn Yang Kebetulan Tidak Dikonci .
" Ck, Dasar Nih Anak ! " Ucap Bian Yang Melihat Faelyn Tidur Dengan Ponsel Yang Masih Digenggamnya Dan Piring Nasi Yang Sedari Tadi Diatas Kasurnya Yang Belum Bibenahi .
Bian Berjalan Menghampiri Faelyn , Dengan Hati-Hati Dia Mengambil Ponsel Yang Berada Ditangan Faelyn Agar Ia Tidak Terbangun Dan Menaruh Piring Nasi Yang Berada Dikasur Ke Atas Meja . Setelah Selesai , Kemudian Ia Mengambil Selimut .
" Udah Tau Dingin , Bukannya Pake Selimut ! " Kata Bian Sambil Menyelimuti Tubuh Faelyn .
" Cium Gak Ya ? Ah Jangan Deh Nanti Bangun ! Kalo Dia Bangun Terus Ngeliat Hidung Gw Lg Berdarah Kaya Gini Pasti Bawelnya Minta Ampun ! " Bian Mengurungkan Niatnya Ingin Mencium Pipi Adiknya , Ia Memutuskan Untuk Segera Keluar Kamar Faelyn .
**
Reyfan Membanting Pintu Kamarnya Dengan Sangat Keras , Hingga Membuat Mamahnya Terbangun Dan Segera Menghampiri Kamar Reyfan .
Tok.......Tok ....
" Rey , Buka Pintunya ! Kamu Kenapa Sih ? " Ucap Risma Dengan Lembut Sambil Mengetuk Pintu Reyfan, Namun Tidak Ada Jawaban Dari Dalam Kamar .
" Rey Buka ! Mamah Pengen Ngomong Sama Kamu ! " Ucap Risma Lagi Kali Ini Ia Tidak Mengetuk Pintu .
Reyfan Yang Berada Didalam Kamar Hanya Duduk Diatas Kasurnya Dengan Bibir Yang Masih Sedikit Mengeluarkan Darah . Dirinya Masih Dikuasai Oleh Emosi Akibat Perkelahiannya Tadi Bersama Bian .
" Reyfan ...Kamu Denger Mamah Gak Sih ? Buka Pintunya ! " Kini Risma Mulai Meninggikan Suaranya.
" Ck , Ribet Banget Sih , Mamah ! " Keluh Reyfan Yang Akhirnya Mau Membukakan Pintu Kamarnya .
"Kenapa ? " Tanya Reyfan Dengan Wajah Datarnya .
" Ya Ampun Reyfan ! Ini Bibir Kamu Kenapa ? " Risma Terlihat Panik Melihat Bibir Anaknya Berdarah Dan Terlihat Memar , Tangannya Hampir Menyentuh Bibir Reyfan Namun Dengan Cepat Reyfan Menahan Tangan Risma.
" Gak Usah Perduliin Reyfan Mah ! " Ucapnya Sambil Menerunkan Pelan Tangan Risma .
" Reyfan Kamu Kok Kaya Gitu Sih ? Mamah Ini Kan Orang Tua Kamu , Wajar Dong Kalo Mamah Perduli Dan Khawatir Sama Kamu ! " Jelas Risma , Tetapi Reyfan Hanya Diam Dan Malah Menyenderkan Tubuhnya Dipintu Kamarnya.
" Terus ? " Alis Reyfan Terangkat Satu Pertanda Dia Tidak Perduli .
" Ya Intinya Mamah Sayang Lah Rey Sama Kamu ! " Ucap Risma Sambil Mengusap Kepala Reyfan .
" Masa ? " Ujar Reyfan Yang Tidak Terlihat Ramah Dengan Risma Sebagai Ibunya.
" Udah Lah Rey , Mamah Gak Mau Debat ! Oh Iya Bibi Bilang Kamu Belum Makan , Sekarang Kamu Makan Ya Mamah Ambilin ? " Ucap Risma Dengan Lembut .
" Reyfan Enggak Laper ! Reyfan Mau Tidur ! " Ucapnya Ketus , Ia Mengangkat Tubuhnya Yang Sedari Tadi Bersandar Dipintu .
" Reyfan Kamu Makan Dong , Sayang ! Nanti Kamu Sakit ! " Risma Terlihat Memohon Agar Putra Nya Itu Mau Memakan Sesuatu .
Reyfan Hanya Diam Dan Ia Malah Ingin Menutup Pintu Kamarnya ,Tetapi Risma Menahannya.
" Yaudah Rey, Kalo Kamu Gak Mau Makan ! Sinih Biar Mamah Obatin Dulu Bibir Kamu ? " Kata Risma Sambil Menahan Pintu Kamar Reyfan Yang Sudah Hampir Tertutup .
" Gak Usah ! Reyfan Bisa Sendiri ! Tolong Jangan Paksa Reyfan Mah ! Reyfan Udah Biasa Sendiri Tanpa Diperhatiin Mamah ! " Setelah Selesai Bicara Reyfan Menutup Paksa Pintu Kamarnya Dengan Keras.
Risma Yang Berada Didepan Pintu Hanya Bisa Terdiam Saja Melihat Perlakuan Anaknya Itu Sambil Mengelus Dadanya . Dengan Perasaan Kecewa , Risma Berjalan Kembali Menuju Kamarnya .
Reyfan Merebahkan Dirinya Dikasur , Tatapannya Kosong Menatap Atap Rumah .
" Maafin Reyfan Mah ! " Ucap Reyfan Dalam Hati Penuh Penyesalan " Reyfan Gak Bermaksud Ngelawan Sama Mamah ! " Air Mata Reyfan Sudah Hampir Tumpah.
Reyfan Bangun Dari Tidurnya " Ah Sial ! Sekarang Sumpah Gue Pengen Nangis ! " Ucapnya Sambil Mengusap Matanya Sebelum Air Matanya Tumpah .
**********
Bian Berjalan Menuruni Tangga Menuju Meja Makan . Kali Ini Bian Tampil Tidak Seperti Biasanya.
" Selamat Pagi Mah , Pah , Faelyn ! " Katanya Samar-Samar .
Faelyn Yang Duduk Dimeja Makan Keheranan Melihat Bian Yang Baru Saja Datang .
" Lah Kak ? Lo Kenapa ? Tumben Banget Pake Masker ? Kenapa Ditutupin Gitu ? Lo Jerawatan Ya ?" Tanya Faelyn Sambil Menatap Bian Dengan Intens.
" Iya Bian ? Kenapa ? Tumben ?" Sambung Ishycha .
" Abis Makan Jengkol Kali Dia ! " Sahut Irfan Dengan Santai Sambil Memakan Roti Yang Tersedia Dimeja Makan.
" Emangnya Kenapa Sih ? Emang Salah Bian Pake Masker ? Kan Supaya Terhindar Dari Debu Nakal He He ! " Jawab Bian Dilanjuti Tertawa Kecil .
" Oh Gitu , Iya Mamah Ngerti ! " Ishycha Mengangguk Percaya , Sedangkan Faelyn Melihat Bian Dengan Tatapan Tidak Percaya .
" Lo Kenapa Ngeliatin Gue Kaya Gitu Sih Dek ? " Bian Ikut Menatap Faelyn .
" Enggak , " Faelyn Hanya Menggeleng.
" Yaudah Ayo Berangkat ! Udah Selesai Kan Sarapan Nya ? "
" Lah Lo Gak Sarapan Dulu Kak ? " Tanya Faelyn Bingung Karena Bian Sama Sekali Tidak Menyentuh Makanan Apapun . Tentu Saja Bian Memilih Tidak Ikut Sarapan Karena Jika Ia Makan Pastinya Harus Membuka Masker Yang Ia Kenakan Untuk Menutupi Luka Nya Itu Dan Bian Tidak Ingin Ada Yang Tahu .
" Gak Laper . Udah Ayo Cepetan ! "
" Yaudah Deh ! " Faelyn Langsung Mengambil Tas Nya Dan Segera Pamit Kepada Kedua Orang Tuanya .
" Berangkat Dulu Ya Mah , Pah ! Doain Anak – Anak Mu Ini Biar Sukses !" Kata Bian Sambil Berpamitan.
" Iya Amin ! Makannya Jangan Berantem Terus ! " Ucap Ishycha .
" Siap Mamah Ku ! “
**
Saat Didalam Mobil Faelyn Terus Saja Memperhatikan Bian Yang Sibuk Menyetir . Faelyn Tidak Percaya Jika Bian Menggunakan Masker Untuk Melindungi Wajahnya Dari Debu , Pasti Ada Hal Lain Yang Lelaki Itu Sembunyikan.
" Kak ? " Panggil Faelyn .
" Hm ? " Bian Hanya Berdehem Saja .
" Lo Bohong Kan ? " Faelyn Langsung To The Point .
" Bohong Kenapa ? "
" Itu Masker ? "
" Masker Apa ? " Tanya Bian Pura – Pura Tak Tahu .
" Masker Yang Lo Pake Lah ! " Ucap Faelyn Dengan Nada Yang Sedikit Meninggi .
" Yang Mana ? "
" Yang Ini ! " Merasa Geregetan Faelyn Langsung Saja Membuka Masker Yang Dikenakan Bian .
Bian Terkaget Saat Tiba-Tiba Maskernya Ditarik Hingga Terlepas Oleh Faelyn, Ia Sontak Kaget Dan Langsung Mengerem Mendadak Mobilnya Membuat Jidat Faelyn Terbentur .
" Aw ! Ah Kak Bian Sakit Tau ! " Teriak Faelyn Sambil Mengusap Jidatnya .
" Eh , Sorry ! Lagian Lo Sih Main Tarik - Tarik Aja Masker Gue ! Kan Gue Jadi Kaget Dek ! " Kata Bian Sambil Mengusap Jidat Faelyn .
" Udah Ah Jangan Diusap - Usap Sakit Tau ! " Ringis Faelyn .
" Nih Pake Jambul Rambut Gue Biar Cepet Sembuh ! " Tawar Bian Sambil Menunjuk Kearah Rambutnya.
" Ih Ogah Banget ! " Faelyn Menggeleng .
" Itu Kenapa Kak ? " Faelyn Megarahkan Jari Telunjuknya Kearah Hidung Bian Yang Terlihat Memar .
" Mana ? " Tanya Bian Pura - Pura Tidak Tahu .
" Itu Hidung Lo Kak ! Oh Gue Tau Pasti Abis Berantem Lo Ya Tadi Malem ?" Tanya Faelyn Penuh Keyakinan.
" Enggak ! Ini Hidung Gue Tadi Pas Ngerem Mendadak Kepentok , Sama Kayak Lo Gitu Tadi ! " Jawab Bian Berusaha Mengelak .
" Apaan Sih Kak ! Masih Aja Bohong Sama Gue ! " Faelyn Mencubit Pelan Lengan Bian .
Bian Tertawa Pelan " Iya Dek ! Panjang Ceritanya ! Udah Ah Nanti Kita Telat Gara – Gara Ngobrol ! " Bian Menyetir Mobilnya Kembali Agar Cepat Sampai Sekolah .
" Udah Diobatin Belom ! " Tanya Faelyn Khawatir , Matanya Masih Terus Saja Memperhatikan Hidung Bian Yang Kini Sudah Tidak Ditutupi Masker Lagi .
" Udah Tadi Malem ! Tenang Aja Dek ! "
" Tenang . . .. Tenang Gimana ? Sampe Biru Kaya Gitu Juga ! Siapa Sih Emang Yang Mukul Lo . Biar Gue Hajar Dia ! " Ujar Faelyn Sok Jagoan , Membuat Bian Tertawa Terbahak-Bahak .
" Emangnya Berani ? " Bian Melirik Faelyn Sambil Tertawa .
" Berani Lah ! " Jawab Faelyn Terlihat Menantang .
" Yakin ? " Ledek Bian Menatap Faelyn Remeh .
" Bawel Deh ! Gak Percaya Banget Sih Sama Gue ! " Gerutu Faelyn .
" Iya - Iya Percaya ! Udah Sampe Nih , Cepetan Sanah Turun ! " Akhirnya Bian Mengangguk Percaya Saja Daripada Harus Terus Berdebat.
Faelyn Segera Turun Dari Mobil " Gue Masuk Duluan Ya Kak ! "
" Iya Adik Ku !"
**
MAAF YA TELAT UPDATE :) JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LOVE NYA UNTUK MENSUPORT :)
NEXT ------>