Kalau hati sudah patah, otak pun tak bisa diajak kerja sama “Club, Lo ke Club?!” Maura memekik kencang, matanya melebar seperti bakso. Tak percaya dengan apa yang dia dengarnya. Elvy? Sahabatnya yang setengah polos itu ke club, salah satu tempat keramat bahkan sudah masuk dalam blacklist teratas perempuan itu. Dia masih ingat, mereka pernah diundang oleh teman sekelasnya acara ulang tahun di sebuah club, dan hasilnya ditolak mentah-mentah oleh Elvy. Ada saja alasannya, dari yang agamis, hingga yang konyol pun dia sebutkan. Sekarang Elvy mengatakan bahwa dia pergi ke Club, impossible. “Elvy, jujur sama gue. Lo nggak beneran pergi ke Club kan? Gue salah denger kan ya?” Maura memastikan bahwa Elvynya masih polos. Belum tercemari hal-hal seperti itu. Dan saat Elvy mengangguk, Fix Elvynya su

