32

1494 Kata

Ruang tamu yang  biasanya  memberikan suasana menyenangkan saat tamu datang, kini terasa berbeda. Suasana yang tercipta mencekam, bisik-bisik terdengar dari kanan dan  kiri. Beberapa pasang mata terasa mengamati dua orang yang masih saling bertatapan. Sudah terlewat beberapa menit setelah mereka memasuki rumah, tapi keduanya seakan masih nyaman dengan posisi itu.             “Tuh mata  kayaknya udah di kasih batre super, nggak cape saling pelototan terus. Kalau gue lebih baik pelototin tv daripada  sesama laki, ngeri.” Atta bergidik membayangkan keduanya  yang saling bertatapan dengan penuh perasaan. Mereka juga penuh perasaan, tapi perasaan yang ingin membunuh satu sama lain.             Evan menggepak kepala Atta. Dirinya sebenarnya geli, mendengar celetukkan Atta  yang tidak tepat pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN