Debaran ini nyata, tapi, apakah perasaanmu juga nyata? -Elvy- Ada hal yang tak pernah Elvy bayangkan. Membuka diri, untuk seseorang bisa sangat menyengangkan. Tak sepenuhnya menyenangkan memang, hanya, tak seburuk yanng dia bayangkan. Tak ada naik pitam, tak ada kemarahan yang membuatnya ada perkelahian fisik, tak ada kata-k********r. Meski, patah hati itu ada. Lebih ini menyakitkan dibandingkan yang dia bayangkan. Ia menoleh sekilas ke Eldwin. Cowok menyebalkan yang kali pertama membuat kesan tidak baik. Elvy masih ingat bagaimana dia bisa mengumpat karena tingkah Eldwin yang dimatanya b******k. Meninggalkan perempuan, dan menjadikan perempuan agar bisa pisah dengan kekasihnya. Kurang ajar bukan? Elvy tak pernah tahu, bahwa orang itu akan menjadi seseorang ya

