Suara motor memenuhi kesunyian malam. Motor besar bewarna merah berhenti tepat di sebuah garasi rumah yang bisa dibilang cukup besar setelah membangunkan satpam yang tengah bermimpi indah. “Kalau rumah saya kemalingan bapak mau tanggung jawab?” Eldwin. Cowok yang sudah turun dari motornya. Menatap nyalang ke satpam yang tengah menunduk. “Maaf Den.” “Ya sudah.” Eldwin langsung melewati satpam itu, masuk ke dalam rumahnya. Dia menghela nafas, akhir-akhir ini rumah bukan tempat dia kembali pulang sejak orang itu masuk lagi ke dalam kehidupannya. Orang yang sudah dia anggap mati, setelah meninggalkan dia dan Mama beserta adiknya dengan orang lain. “Abang,” rengekan kecil itu menghentikkan langkah Eldwin. Laki-laki itu menoleh ke arah kanan, dan langsung menampilkan wajah datarnya melih

