Suara riuh terdengar dari dua orang laki-laki yang tengah duduk di depan meja bartender. Bibir mereka tak berhenti berceloteh, mengenai deretan bir yang ada di depan mereka, tanpa perduli bahwa sudah banyak pasang yang melirik ke arahnya. “Hatten Wines, Ta. Kok lo nggak bisa dibilangin sih. Lo mau ngajak ribut sama gue ya,” ucap Evan dengan kesal. Tangannya menunjuk botol dengan tulisan sama Hatten Wines. Matanya menyiratkan kekesalan. Atta yang tak terima langsung membalas ucapan Evan. Tangannya juga menunjuk ke arah botol yang berada tidak jauh dari botol yang ditunjuk Evan. “Lo yang nggak bisa dibilangin, dan ngajak ribut gue. Udah gue bilang Stark Wheat yang enak.” Atta melotot ke arah Evan dan langusng dibalas pelototan dari sahabatnya. Acara pe

