Jatuh cinta, membuat logika dan rasa saling bertengkar. Tawa masih terdengar dari mulut Maura. Wanita itu bahkan tak henti-henti menggoda Elvy, mengenai sikapnya yang takut kehilangan. Kali ini mereka berada di kafe milik teman Eldwin yang menjual beberapa macam kopi dan kue sebagai pelengkap. Suasana yang masih tidak terlalu ramai, membuat mereka –Maura- terlihat tidak malu untuk tertawa bahagia diikuti dengan ejekan pada sahabatnya, yang berhasil membuat wajah Elvy merah padam. “Diem nggak lo?!” hardik Elvy. Dia mengira dengan hardikannya, Maura akan diam. Namun, ia salah, yang ada Maura semakin menjadi-jadi. Elvy lelah, dan malu, ia menutup kedua wajahnya. Seharusnya, ia tidak langsung percaya pada perkataan Maura yang mengatakan bahwa Eldwi

