Setuju Menikah Asalkan Bimo Selamat

1007 Kata

Aku mencari Bayu di mana-mana tapi tidak ada. Aku sangat khawatir padanya, aku menyesal telah membuatnya dalam masalah. Andai saja waktu bisa diputar aku tidak akan mengajaknya menikah, agar dia tidak dapat masalah. 'Pak Bayu, kamu kemana?' “Kamu mau ke mana?” Suara itu terdengar dari belakang. Dingin, tenang, namun penuh tekanan. Arvind. Aku tak menoleh. Langkahku terus menembus udara pagi yang lembap. Ada yang mengganjal di dadaku, berat, sesak, seperti dosa yang tiba-tiba berubah menjadi batu dan menindih hatiku. Wajah Bimo terlintas dalam ingatan. Semalam, ia bercerita bahwa ibunya yang sudah renta makin sulit berjalan. Ia ingin membawanya ke dokter. Tapi bagaimana mungkin sekarang? Setelah semua yang terjadi? Ya Tuhan, bagaimana dia bisa mengurus putrinya, merawat ibunya, kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN