Katanya, ayah Arvind berteman baik dengan suami dari ibu dokter, pemilik hotel tempatku bekerja. Begitu pengumuman itu dibacakan di hadapan seluruh karyawan, tubuhku langsung membeku. Seketika, dunia seolah berhenti berputar. Aku, sekali lagi, terjebak dalam pusaran hidup yang dikuasai lelaki itu. Pikiranku benar kalau kekuasan yang dimiliki lebih besar dari yang aku lihat. Lelaki yang selama ini kucoba lupakan. Lelaki yang terlalu banyak meninggalkan luka, tapi juga terlalu dalam membekas di hati. Pantas saja, tiba-tiba ada banyak perubahan dalam sistem hotel ini. Sekarang aku paham. Semua ini kerjaan Arvind. Lelaki itu tak pernah melakukan sesuatu tanpa maksud. Salah satu perubahan: peraturan tentang kontrak kerjaku. Aku dikontrak selama dua tahun. Jika aku mengundurkan diri sebelum

