Sekeras apa pun aku mencoba menghindari lelaki ini, ia tetap saja berhasil menemukanku. Seakan semesta selalu membelanya. Sampai detik ini, aku masih tak mampu memahami alasan di balik sikapnya. Otakku terus saja berputar, mempertanyakan satu hal yang tak kunjung terjawab. Kenapa Arvind selalu mengejarku? Aku ini siapa? Wanita yang tak sepadan dengannya, seorang janda dengan dua anak, masa lalu penuh luka, hidup yang pernah terseret dalam kelamnya dunia malam. Sedangkan dia? Seorang dokter muda dari keluarga terpandang dan kaya raya. Seharusnya aku adalah aib, noda yang tak pantas ia sentuh apalagi pertahankan. 'Aku tidak pernah meminta dia bertanggung jawab atas kehamilanku. Kalau memang ingin punya anak, bukankah lebih jelas kalau ia mencetaknya bersama tunangannya? Bibitnya lebih jela

