Pria itu menjatuhkan diri di atas sofa ruang tamu apartemen Arya. Wajahnya kusut juga air mukanya yang sama sekali tidak bersahabat. Arya, yang saat itu memang mengambil cuti karena akan pulang ke kampung halaman hanya bisa mendesah. Waktu luang yang ia harapkan bisa untuk bersantai sejenak harus kembali direnggut oleh sang kawan yang tampak tengah tidak dalam kondisi baik. “Kenapa lagi? Oma atau Aleena?” tanyanya yang sudah hapal betul bagaimana kehidupan Aksa. Pria itu mendengkus, melirik sekilas ke arah sang kawan yang masih sibuk menggosok rambut basahnya dengan sebuah handuk kecil. “Tumben mandi pagi, mau ke mana?” tanyanya coba mengalihkan pembicaraan. “Aku selalu mandi pagi, asal kau tahu. Bukankah sudah ku kabarkan aku akan pulang ke kampung halaman,” sahut Arya tanpa minat.

