Ponsel milik Aksa terus bergetar sejak beberapa menit lalu. Pria itu ada di sana, duduk diam memangku kepala sang istri yang sudah terlelap nyaman dengan elusan sayang di atas kepala. Lagi dan lagi ponsel pria itu bergetar, pada layar tertera dengan jelas nama Oma sebagai pemanggil. Namun Aksa enggan beranjak satu centi pun untuk meraih ponsel yang ada di atas nakas. Aleena menggeliat, ia membuka mata dan sedikit mengerjap guna menyesuaikan dengan cahaya. Atensinya kemudian teralih ke arah ponsel Aksa yang kembali bergetar. Wanita itu sempat menatap ke arah ponsel dan sang suami secara bergantian. “Kenapa nggak diangkat?” tanyanya dengan suara serak. Aksa hanya tersenyum tipis sebagai respon, meraih ponsel dan segera mematikan dayanya. “Dari Oma?” tanya Aleena sekali lagi. Aksa ti

