Keguguran

1494 Kata

Belum selesai dengan teror yang ia dapatkan, tiba-tiba saja telepon rumah berdering nyaring. Membuat Aleena yang memang saat itu hanya sendirian di dalam rumah tersentak juga ketakutan bukan main. Wanita itu tidak lantas mengangkat panggilan tersebut, ia sempat membiarkannya beberapa kali sampai pada akhirnya pada panggilan ketiga dengan takut-takut Aleena menjawabnya. “Hai, w***********g. Suka dengan kejutan dariku? Bagaimana, bagus bukan? Kau ingin lebih? Kulihat kau sudah cukup ketakukan, bahkan hanya dengan permainan awalku saja. Jadi, apa kau masih saja mau mengabaikan perintah ku?” Suara dari seberang terdengar begitu menakutkan, tidak jelas suara siapa yang saat ini Aleena dengar. Itu karena sang penelepon menggunakan efek pada panggilan suara. “Siapa kamu sebenarnya?! Kenapa ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN