Masa Lalu

1064 Kata

Seperti dugaan, sang Oma sama sekali tidak berminat untuk menatap apalagi menjawab pertanyaan Aksa. Wanita baya itu malah asyik dengan ponsel pintarnya, entah apa yang sedang ia lakukan. “Oma, jawab pertanyaan Aksa,” kata Aksa setengah memaksa. Sebenarnya ia ingin sekali merebut ponsel yang ada di tangan sang Oma, tapi mau bagaimanapun itu bukanlah tindakan yang sopan. “Apa yang harus Oma jawab? Kamu sudah tahu kalau Oma berhutang sama Richard dan kamu Oma jadikan penjamin. Lalu, apalagi yang harus Oma jelaskan?” tanya wanita itu enteng. Sungguh, rasa-rasanya Aksa bisa gila sekarang. Ia meremas rambutnya sendiri frustasi, tidak menyangka jika salah satu orang yang paling ia hormati dan segani justru yang membawa kegilaan paling besar dalam hidupnya. “Oke lupakan soal itu. Sekarang, b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN