Aleena duduk di beranda rumah, di sampingnya ada satu cangkir teh hangat juga beberapa keping cookies buatan sang ibu. Hela napas kembali terdengar, wanita itu mengangkat ponselnya untuk yang ke sekian kali. Pukul lima sore dan Aksa belum juga datang. Oh, omong-omong pria itu sudah berjanji akan datang dan menceritakan semuanya hari ini, tentu saja karena saat akan bercerita siang tadi ada saja gangguan yang terjadi. “Sudah lewat waktu dan Aksa belum juga datang, sebenarnya dia serius dengan perkataannya tidak sih? Sepertinya aku salah sudah memberinya kesempatan sekali lagi,” gumam Aleena sendirian. “Al!” Wanita itu menoleh, senyum tipis terkembang saat ia mendapati Selena berjalan ke arahnya. Wanita dengan kemeja berwarna soft pink juga celana jeans itu mengerutkan dahi melihat ba

