Obsesi

1067 Kata

Wanita dengan blouse berwarna peach itu berjalan mondar-mandir sejak lima menit lalu. Ia mengigit kukunya sendiri pertanda resah. Kepalanya terus memutar rencana, memikirkan apa-apa saja yang harus dilakukan ke depannya. “Dasar wanita sialan! Harusnya dia nggak usah dateng ke kehidupan Aksa, bikin susah aja!” gumamnya. Tangan panjangnya meraih sebuah ponsel yang ada di atas nakas, menekan layar datar itu sebelum menempelkan benda tersebut ke arah telinga. “Kamu bilang rencana kita bakalan berhasil, tapi apa? Justru yang ada Aksa sama Aleena malah terlihat semakin romantis! Kamu tahu, dia membela Aleena mati-matian di depan Oma! Dia bahkan menyetak tangannku dengan kasar!” serunya tanpa ampun. Keira, gadis itu benar-benar merasa kesal juga marah atas perlakuan Aksa beberapa saat lalu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN