Oma Anya

1293 Kata

Suasana dalam mobil tidak jauh lebih baik daripada sebelumnya. Hanya ada suara deru mesin mobil juga helaan napas dari dua orang di dalamnya. Sudah sejak tadi Aleena sibuk memperhatikan jalanan dari sisi jendela. Berusaha mengabaikan keberadaan Aksa yang diam-diam mencuri pandang ke arahnya. “Kamu mau ke mana?” pada akhirnya Aksa membuka mulut. Ragu Aleena menjawab, haruskah ia mengatakan yang sejujurnya jika tujuannya adalah rumah pria itu sendiri? Atau sebaliknya ia berbohong? “Al, Aleena. Kamu mau ke mana?” ulang Aksa. Si wanita tergagap, pada akhirnya Aleena memilih jujur dan menunjukkan cookies buatan sang ibu. “Yasudah, berarti kita searah,” ucap Aksa tanpa basa-basi. Pada mulanya Aleena hendak menolak, ia ingin menitipkan cookies itu pada Aksa saja dan kembali ke rumah dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN