Randi dan Pengakuan

1071 Kata

Aleena duduk diam di atas ayunan kayu, di pangkuannya sudah ada laptop yang menyala. Bosan, pada akhirnya Aleena berencana untuk merampungkan novelnya sesuai jadwal. Ya, memang perilisan novel telah resmi ditunda karena insiden yang terjadi, tapi ketimbang merasa bosan karena tidak melakukan apapun, Aleena memilih untuk kembali menulis. “Sayang, ibu boleh minta tolong?” tanya sang ibu yang baru saja datang dari arah dapur. “Apa, Bu?” “Ibu baru aja selesai bikin cookies, bisa tolong antarkan ke rumah Aksa? Hitung-hitung buat kamu refreshing daripada di rumah terus, suntuk,” kata sang ibu. Dalam tangannya sudah ada satu jinjing tas mini berwarna coklat yang berisi dua toples cookies. Aleena sempat melirik sekilas ke arah sang ibu dengan wajah cemberut. “Ibu tahu hubungan kamu dan Aksa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN