Tuduhan Balik

1152 Kata

Suasana makan malam saat itu begitu hening, hanya terdengar suara jarum jam yang terus berputar juga sesekali terdengar suara alat makan. Arya yang duduk tepat di hadapan Aleena makan dengan lahap, sesekali ia juga mencuri pandang ke arah Aleena yang nampaknya tidak terlalu berminat dengan makanan di hadapannya. “Makanannya dimakan, sayang. Jangan cuma diaduk,” ucap Ibu Shafira. Aleena diam saja, wanita itu justru menghela napas dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. “Aleena kenyang, bu.” Wanita itu kemudian memilih beranjak, membuat dua orang lainnya melihatnya dengan pandangan bingung. Saat itu pukul delapan malam. Arya yang baru saja kembali dari meja makan mengernyit saat melihat Aleena duduk sendirian di beranda rumah. Dengan ragu pria itu melangkah mendekat, berdeham p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN