Damar melangkahkan kakinya di lorong kantor sambil menggulirkan layar ponsel membaca pesan masuk dari temannya. Dari arah berlawanan seorang wanita berlari terburu sambil melihat waktu dari jam yang melingkar di tangannya. Hingga pada akhirnya mereka berdua bertabrakan. Bruk! Wanita tersebut tersungkur di lantai setelah bertabrakan dengan Damar seraya mengaduh kesakitan. “Aduuuhhh ….” “Maaf, maafkan saya. Saya tidak melihat jalan,” kata Damar merasa bersalah. Kemudian Damar membantu wanita yang ditabraknya itu untuk berdiri. Menarik lengan wanita itu dengan hati-hati. Akan tetapi, wanita itu malah merintih kesakitan memegangi kakinya. “Duuhh … kakiku sakit.” Wanita itu juga memijat bagian kakinya yang sakit. “Mana yang sakit?” tanya Damar. Matanya mencari bagian kaki yang terluka ata

