RANTAU 42 – Sidang Kelulusan

1959 Kata

Damar tergesa keluar dari tempat tinggalnya hanya demi mengejar waktu. Hari ini adalah hari di mana Damar akan mendapatkan gelar sarjana setelah tiga setengah tahun lamanya. Damar sudah berpakaian rapi serta membawa skripsi di dalam ransel yang ia gendong. “Angkot!” Damar melambaikan tangannya memberhentikan angkot yang melintas di depannya.  Saat angkot berhenti, Damar pun bergegas menaikinya. Mengatur napasnya yang terengah-engah setelah berlari sekaligus mempersiapkan dirinya menghadapi para dosen dan juga rektor yang akan menjadi penilai skripsinya nanti. Tidak butuh waktu lama angkot itu sampai di depan kampus. Damar pun turun dari angkot lalu membayar ongkos perjalanannya dari jendela samping angkot yang terbuka. Kemudian saat Damar memutar balik tubuhnya tiba-tiba dia menabrak se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN