De javu

1107 Kata

Chelsea keluar dari lift dengan selamat. Setidaknya, jantungnya masih berada di tempat yang sama, tak jatuh ataupun hancur karna aroma tubuh yang begitu dirindukannya. Dirinya pun tak punya keberanian untuk menoleh sekilas untuk mencari sosok lelaki yang memenuhi benak ataupun hatinya. Ia tahu benar, jika semua itu hanyalah ilusi yang diciptakan oleh dirinya sendiri. Chelsea menegakkan kepala, menarik napas panjang dan menghelanya perlahan. Rasa pedih tak urung berkurang, namun ia akan tetap bertahan. Ia akan kembali seperti dirinya enam tahun yang lalu, saat kehidupannya jatuh dan berantakka. Saat itu, dirinya tak menyerah dan bangkit dari keterpurukkan, lalu mengapa terasa begitu sulit? Chelsea menemui resepsionis dan melaporkan kedatangannya. Tak lama menunggu seorang wanita paruh bay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN