Pintu yang terbuka dan suara langkah kaki yang mendekat, membuat kedua wanita itu mengarahkan pandangan ke arah yang sama. Dini segera berlari dan berhambur ke dalam pelukan Angga. Memeluk erat lelaki itu dan menikmati aroma tubuh yang begitu disukainya. Sementara Chelsea hanya bisa mematung dan menatap sendu pemandangan yang menambah perih di hatinya yang telah hancur. Angga tersenyum pada Dini dan mengusap puncak kepala wanita itu. Hati Chelsea seakan terbakar api cemburu, namun ia tak mampu melakukan apa pun. Selain memperhatikan dalam diam dan menikmati pedih yang menguasai hati. “Kamu nggak kerja, Ga?” Angga menggeleng. “Aku izin seminggu.” Dini melepaskan pelukannya dan memberengut. “Kok, kamu nggak bilang kalau cuti selama itu? Ada acara apa? Apa mau pergi ke suatu tempat?” Dini

