Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Chelsea menemui Angga yang sedari tadi mengunci di ruang kerjanya, sedang Dini memilih kembali ke hotel dan ingin mempersiapkan kedatangan ayahnya seminggu lagi. Meninggalkan keduanya di rumah. Chelsea menatap sendu pintu di hadapannya. Ia mencoba meredakan pedih yang menguasai hati sebelum mengetuk pintu yang tertutup rapat. Tak ada jawaban yang diterimanya. Dengan ragu Chelsea memutar knop pintu dan terkejut saat melihat Angga yang tertidur di meja kerjanya. Chelsea mendekat dan menatap wajah lelaki itu lekat-lekat. Ingin rasanya ia memeluk lelaki itu erat dan tertidur dalam dekapannya. Jika saja tak pernah ada Dini, mungkin Chelsea akan bertindak egois. Chelsea menggerakkan tangannya di wajah Angga tanpa menyentuhnya. Ia telah kehilangan hak

