Mencoba Tanpamu

1207 Kata

Mereka saling melepaskan tangan. Senyum keduanya penuh kepedihan. Hati tak mungkin bisa berbohong walau bibir keduanya mengatakan tidak dan baik-baik saja, namun hati keduanya hancur lebur tak berbentuk lagi. Dini menatap keduanya lekat-lekat. Ada perasaan asing yang tak begitu ia mengerti dan entah mengapa Dini tak menyukainnya. “Kalau begitu, aku pamit dulu.” Mereka semua saling bertukar senyum. Gerimis mulai turun ketika Chelsea melangkah kakinya menjauh, Dini berteriak agar Chelsea membawa payung. Chelsea pun membalik tubuh karna memang tampaknya hujan akan turun semakin deras. Sedetik kemudian, Chelsea menyesali keputusannya. Padahal baru beberapa detik yang lalu Dini memanggilnya dan menawarkan payung, lalu mengapa kini wanita itu mengecup bibir Angga. Bahkan wajah Angga masih menu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN