Chelsea melambaikan tangan pada Sam dan Ayu yang lebih dulu pulang, meninggalkannya sendiri di ruangan kerja mereka. Ia tak ingin membawa pekerjaan ke rumah, hingga lebih memilih untuk meneruskan pekerjaannya di kantor. Chelsea membuka file yang berisikan presentasi yang akan mereka gunakan beberapa hari ke depan. Terlalu fokus, membuatnya tak sadar seseorang telah duduk di sampingnya. Chelsea terperanjat, namun lelaki itu tertawa melihat keterkejutannya. Chelsea mendengkus kesal. “Maaf ... aku mengagetkanmu,” ucap lelaki itu dengan senyum yang menghiasi wajah. Chelsea memutar mata jengah. Ia pikir tak ada sesiapapun di sana, tak menyangka jika lelaki itu berada di kantor saat jarum pendek jam menunjuk ke angka delapan. Lelaki itu meletakkan kepala di meja dan menatap Chelsea lembut, s

