Setelah acara makan siang, mereka semua kembali ke kantor. Tak ada kecanggungan seperti awal mereka berangkat. Kini, Ayu dan Sam sudah berani untuk bercerita sembari menemani perjalanan pendek mereka. Sesekali mereka berempat terlibat dalam urusan lain, di luar pekerjaan. Sam dan Ayu dapat melihat sisi lain dari pimpinan yang biasanya membuat mereka ketakutan setengah mati. Angga tak seburuk yang banyak orang katakan. Terutama, lelaki itu tampak berbeda ketika berbicara dengan Chelsea. Chelsea tak lagi sibuk melamun, ia turut larut dalam pembicaraan di kendara itu. Sudah lama sekali rasanya ia tak merasa sehidup itu. Ia beruntung, karna Angga ada di sisinya, lelaki itu seakan ingin mengajarkannya kembali bagaimana cara menikmati hidup. “Saya masih nggak percaya kalau saya bisa bercara s

